

JAYAPURA – Untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat di tengah pamdemi Covid-19, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Wakil Gubernur Papua, Kelemen Tinal menjelaskan, Pemerintah Provinsi Papua mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dinilai harus diterapkan secara komperhensif.
“Kebijakan pemulihan ekonomi nasional, penerapannya di Papua harus secara komperhensif. Mulai dari transportasi, produksi, stimulan termasuk juga program-program padat karya, tentu sangat penting untuk dilakukan guna mendukung pemulihan ekonomi,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, belum lama ini.
Lanjutnya, untuk Papua pihaknya optimis dalam menerapkan pemulihan ekonomi dan dirinya berharap Papua harus lebih baik dari provinsi lainnya.
“Kenapa saya bilang Papua harus lebih baik dari provinsi lain, karena di Papua jumlah penduduknya sedikit. Kita hanya 2-3 juta penduduk, sementara di Pulau Jawa dan sebagainya jumlah penduduknya sangat banyak,” terangnya.
Diakuinya, masyarakat di Papua tidak banyak, tinggal di sini dari pemimpin saja. Jika pemimpin serius maka rakyat akan lebih makmur.
“Kuncinya hanya para pemimpin, karena rakyat selalu mengikuti kebijakan pemerintah, tergantung kita para pemimpin. Oleh karena itu saya harap kita semua harus serius bekerja sama dalam pemulihan ekonomi di Papua,” tambahnya.(ana/ary)
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…