

Willem Manderi (foto:Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua menyatakan bakal memperkuat sistem peringatan dini bencana atau early warning system untuk mengantisipasi ancaman bencana di daerahnya.
Kepala BPBD Provinsi Papua, Weliam R Manderi menyampaikan, sekitar 65 persen ancaman bencana hidrometeorologi di Papua. Ini menandakan Papua rawan dilanda bencana banjir dan tanah longsor, karena itu perlu sistem peringatan dini bencana yang baik.
“Banjir dan tanah longsor ini menjadi ancaman terbesar di Papua. Daerah yang bisanya banjir seperti Kota Jayapura, Sarmi, Paniai dan lainnnya. Daerah ini rawan dan setiap tahun bisa terjadi banjir beberapa kali,” jelas Manderi usai kegiatan ekspose kinerja Pemrov Papua Bidang Sosial, Politik dan Pemberdayaan Masyarakat di Kominfo, Selasa (6/9).
Lanjut Manderi, pihaknya bakal bekerjasama dengan BBMKG Wilayah V Jayapura untuk menyampaikan informasi kepada warga mengenai sistem peringatan dini bencana tersebut.
“Nanti kita siapkan sistem peringatan dini bencana dengan BMKG supaya ada peringatan kepada warga ketika terjadi cuaca eksterim itu sudah tahu apa yang harus dilakukan,” pungkasnya. (fia/gin)
Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan aparat dari Polres Jayawijaya didukung…
Wagub atas nama Pemerintah Provinsi disemprot Fraksi PDI Perjuangan terkait penyampaian dan pembahasan laporan pertanggungjawaban…
Upaya ini dinilai sangat strategis mengingat korupsi bukan sekadar kejahatan biasa, melainkan masuk dalam…
Dari lima tersangka yang ditetapkan, dua di antaranya, yakni AU dan MP tewas setelah melakukan…
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan persoalan tawuran antara kedua sekolah tersebut…
Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda, mengonfirmasi bahwa penyisiran dan operasi pencarian kini…