Categories: PAPUA TENGAH

RAD-PPKT Papua Barat Sambangi Pemprov

Pertemuan Tim Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Terintegrasi (RAD-PPKT) Provinsi Papua dan Papua Barat di Sasana Karya Kantor Gubernur Papua, Selasa (7/5) kemarin.( FOTO : Gratianus Silas/Cepos)

Belajar Penerapan e-Government

JAYAPURA- Tim Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Terintegrasi (RAD-PPKT) Provinsi Papua mendapat kunjungan dari Tim RAD PPKT Provinsi Papua Barat, di Sasana Karya Kantor Gubernur Papua, Selasa (7/5) kemarin.

“Atas rekomendasi KPK terkait RAD-PPKT, merekomendasikan Pemerintah Provinsi Papua Barat melakukan kunjungan ke Provinsi Papua untuk melihat apa yang telah kami lakukan yang semuanya bermuara pada penerapan e-government di Papua,”ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Hery Dosinaen, SIP., MKP., kepada wartawan usai pertemuan, Selasa (7/5) sore.

 Lanjut, Sekda membeberkan bahwa Tim RAD-PPKT Provinsi Papua Barat bertandang untuk secara khusus melihat regulasi, perangkat teknologi informasi, SDM di bidang operator, programmer, hingga analis. 

 “Namun, yang terpenting ialah komitmen pimpinan daerah, dalam hal ini gubernur dan wakil gubernur yang diturunkan kepada sekretaris daerah dan seterusnya untuk bersinergi, bekerja sama, agar RAD PPKT ini bisa dilakukan secara terpadu dan mendapatkan hasil yang terbaik pula,” lanjutnya.

 Menurut Sekda Dosinaen, inilah yang menjadi perhatian Tim RAD-PPKT Papua Barat. “Kehadiran mereka untuk melihat penerapannya e-government di Provinsi Papua. Jadi, dari adik belajar ke kakak. Kita saling berbagi, sehingga apa yang dilakukan Pemprov Papua pun dapat dilakukan Pemprov Papua Barat,” tambahnya.

 Sementara itu, Ketua Tim RAD-PPKT Papua Barat, yang juga menjabat Asisten I Sekda Papua Barat, Drs. Musa Kamudi, menjelaskan bahwa kunjungan Tim RAD PPKT Papua Barat guna melihat kelebihan Pemprov Papua, sehingga apa yang menjadi kekurangan Pemprov Papua Barat dapat dibenahi.

 Kamudi membeberkan bahwa sebelumnya, Tim RAD PPKT Papua Barat diberikan opsi dari KPK untuk belajar penerapan e-government di Surabaya, Jawa Timur, dan Medan, Sumatera Utara. “Namun kami juga pertimbangkan dari segi anggaran, di mana kalau kita ke Surabaya atau Medan, tentunya biayanya lebih besar dibanding kita ke Jayapura,” bebernya.

Kemudian, Kamudi menjelaskan pula bahwa Papua dan Papua Barat memiliki hubungan yang kuat, dengan berpijak di atas tanah yang sama, yakni tanah Papua. “Sementara secara wilayah administratif, kami ini berkunjung untuk belajar dari kakak kami, sehingga secara emosional pasti Pemprov Papua mau membantu kami (dalam upaya penerapan e-government),” pungkasnya. (gr/ary)

newsportal

Recent Posts

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…

4 hours ago

Dekai Menghangat, Dua Warga Jadi Sasaran Tembak

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…

5 hours ago

Depapre Jadi Basis Perikanan Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…

5 hours ago

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

6 hours ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

6 hours ago

Bekerja Bukan Lagi Soal Ideal, Tapi Kebutuhan yang Tak Bisa Ditunda

Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…

7 hours ago