

Dr.Muhammad Musa'ad, M.Si. (FOTO: Priyadi/Cepos)
JAYAPURA – Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Muhammad Musa’ad ingatkan pedagang jangan melakukan penimbunan terhadap Bahan Pokok (Bapok).
“Jangan bermain di air keruh, melakukan penimbunan lalu kemudian menjualnya dikemudian hari ketika harga barang sudah mahal. Itu pelanggaran,” tegas Musa’ad saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos.
Disampaikan Musa’ad, ada satgas pangan yang juga melakukan tugasnya dan akan memastikan soal penimbunan.“Yang jual beli BBM jangan lakukan penimbunan di rumahnya lalu kemudian menjualnya ketika terjadi kelangkaan dengan harga yang tinggi, itu merupakan pelanggaran dan akan ditindak kalau ditemukan,” tegas Musa’ad.
Sementara untuk mengatasi inflasi kata Musa’ad, Pemerintah bersama pihak terkait melakukan langkah langkah seperti pasar murah dan lainnya. Terlebih sebentar lagi akan memasuki Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Lanjut Musa’ad, ada prediksi Nataru kemungkinan permintaan akan barang meningkat, sehingga berpengaruh pada kenaikan harga barang. Ini menjadi antisipasi di semua Tim Pengendali Inflasi Daerah.
“Kita di Papua tidak hanya pemerintah Provinsi tetapi juga teman teman dari BI, Polda Papua, Kejaksaan dan pihak BUMN akan melakukan evaluasi untuk menentukan kebijakan tepat dalam rangka memastikan tingkat inflasi bisa dikendalikan,” pungkasnya. (fia/tri)
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…
Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…
Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…
Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…
Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…