

Rekap Pelaksanaan UN di Papua
JAYAPURA- Dalam kaitannya dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di provinsi Papua, baik jenjang SMA/SMK, SMP, maupun paket A,B, dan C, Ketua Ujian Nasional 2019 Provinsi Papua, Laorens Wantik, S.Pd., M.Pd.Si., menjelaskan bahwa pelaksanaannya berjalan dengan baik.
Diakui Wantik, memang terdapat pula kendala yang dihadapi kala pelaksanaan UN. Sebut saja seperti halnya kendala listrik maupun jaringan internet. “Namun, ini tidak terjadi dalam waktu yang lama, sehingga kendala ini tidak terlalu signifikan dan tidak mengganggu keseluruhan proses pelaksanaan UN di Papua. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan UN berlangsung dengan baik di Papua,” jelas Laorens Wantik, S.Pd., M.Pd.Si., kepada Cenderawasih Pos, Jumat (3/5) kemarin.
Agenda selanjutnya tidak lain mendengar hasil UN, sebab, agenda pelaksanaan ujian susulan pun telah dilakukan, baik untuk jenjang SMA/SMK maupun jenjang SMP sederajat.
“Ujian nasional susulan ini diperuntukkan baik bagi mereka yang berhalangan saat agenda UN, seperti halnya karena bencana sosial maupun bencana alam, sehingga kondisilah yang memaksa mereka tidak dapat mengikuti ujian,” tambahnya.
Tak hanya itu, , ujian nasional susulan ini juga diperuntukkan bagi mereka yang sudah mengikuti ujian nasional, namun mendapatkan nilai yang tak sesuai harapan, sehingga membutuhkan perbaikan nilai, entah merujuk pada standar nilai yang ditetapkan perguruan tinggi favorit maupun standard nilai Akpol dan Akmil ketika ingin mendaftar.
Sementara itu, dalam evaluasi pelaksanaan Ujian Nasional di Provinsi Papua, baik Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP), berjalan baik di semua jenjang, dari SMA/SMK, serta jenjang SMP.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Elias Wonda, S.Pd., MH., yang juga yakin bahwa pada 2020, Provinsi Papua bukan tidak mungkin mampu melaksanakan ujian nasional berbasis nasional secara keseluruhan.
“Menteri Komunikasi dan Informatika telah mengunjungi Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dalam rangka pengecekan Palapa Ring. Yang penting itu kita buka akses telekomunikasi ke kabupaten-kabupaten, serta pula ketersediaan listrik,” ujar Elias Wonda, S.Pd., MH., menambahkan.
Dengan ketersediaan dua hal utama ini, barulah kemudian tinggal dilengkapi dengan perlengkapan dukungan, seperti halnya komputer yang digunakan untuk ujian.(gr/ary)
Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…
Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…
Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…
Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…
Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…
Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…