

Ilustrasi, penonton sedang berbondong untuk menonton laga Premier League. (ARSENAL.COM)
SEBAGAI kompetisi terbaik dunia, Premier League punya ”kewajiban” untuk terus berinovasi. Meski, terkadang hal itu menghadirkan banyak pertentangan.
Boxing Day adalah tradisi Premier League sebagai hiburan bersama keluarga dalam nuansa Natal. Tetapi, bagaimana jadinya jika tradisi memainkan laga sehari setelah Natal itu bisa didahului dengan laga pada malam Natal (24/12)?
Seperti dilansir Mundo Deportivo, opsi tersebut dipertimbangkan oleh FA (PSSI-nya Inggris) untuk diterapkan tahun ini. Tidak langsung laga semua tim. Melainkan satu laga antara Wolverhampton Wanderers alias Wolves versus Chelsea.
Sejatinya, laga di Molineux, kandang Wolves, itu dijadwalkan pada 23 Desember. Tetapi, ada keinginan dari pemegang hak siar yang ingin menghadirkan tontonan pada malam Natal.
Rencana memindahkan laga pada malam Natal sebenarnya pernah dikemukakan pada musim 2017–2018. Tetapi, rencana tersebut mendapat pertentangan keras dari para politikus dan mayoritas suporter.
Ia tak menampik bahwa Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan terkait pelanggaran HAM yang belum sepenuhnya…
Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM adalah sebuah hal yang lumrah. Dimana lima region lainnya dibelahan…
Evan Soumilena dikenal sebagai pemain Tim Nasional Futsal Indonesia yang aktif membela Indonesia di berbagai…
Kegiatan patroli menyasar sejumlah titik pusat aktivitas masyarakat, seperti pertokoan, kios pedagang, serta ruas jalan…
Dalam pertemuan tersebut, Iptu Wilhelma Kurut menyampaikan keprihatinan atas maraknya penyakit masyarakat di kalangan pemuda,…
Tujuan dari ketentuan ini adalah untuk menciptakan mekanisme seleksi yang lebih objektif, terstandar, dan adil,…