Categories: SEPAKBOLA INDONESIA

Antarkan Dua Batalyon Prajurit Pasca Tugas di Daerah Rawan Papua

JAKARTA– Kurang dari dua bulan lagi Timnas Indonesia akan menghadapi Tiongkok dan Jepang dalam dua laga terakhir di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. PSSI bisa mencoba sejumlah pemain keturunan untuk jadi naturalisasi tambahan skuad Garuda.

Sesuai jadwal, Tiongkok dan Jepang jadi dua lawan pamungkas yang bakal dihadapi Timnas Indonesia di grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Garuda dalam laga itu berstatus sebagai kandang dan tandang.

Timnas Indonesia menjadi tuan rumah saat menjamu Tiongkok di Stadion Utama Gelora Bung Karno, pada 5 Juni. Garuda kemudian bertandang ke Osaka untuk menantang tuan rumah Jepang di Panasonic Stadium Suita, lima hari kemudian.

Timnas Indonesia biasanya kedatangan pemain keturunan baru setiap periode FIFA Matchday dalam mengarungi putaran ketiga. Ole Romeny, Emil Audero Mulyadi, Dean James, dan Joey Pelupessy, adalah nama yang dinaturalisasi di antara periode November 2024 dan Maret 2025.

Namun jelang periode Juni 2025, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan belum berencana menambah pemain naturalisasi. Kemungkinan ada pemain baru pun kecil.

“Belum ada rencana. Kami fokus pemain naturalisasi yang sudah ada,” kata Erick Thohir, pada Jumat (18/4) di Bali.

Tapi, FIFA Matchday Juni masih lama. Masih ada kurang lebih sebulan untuk PSSI berubah pikiran dan menambah kekuatan Timnas Indonesia dengan menaturalisasi pemain keturunan. Apalagi, saat ini ada beberapa pemain yang terang-terangan sudah menyatakan ketertarikan untuk memperkuat Timnas Indonesia. PSSI pun diketahui telah mengontaknya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Wadanyon Kodap XVI Yahukimo Dibekuk di Bandara Dekai

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan seorang pria berinisial YB (34) yang diduga menjabat sebagai…

14 minutes ago

Dihuni Masyarakat Heterogen, Stabilitas Keamanan Jadi Prioritas

Ketua LMA Port Numbay George Arnold Awi, menegaskan bahwa Kota Jayapura adalah rumah bersama yang…

45 minutes ago

Terdakwa Kasus Pencemaran Nama Baik Diputus Bebas

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Justice dan Peace menyambut baik putusan majelis hakim Pengadilan Tinggi…

2 hours ago

Dari Lab Sederhana di Dok II, Lahir Harapan Baru Tenaga Kesehatan Papua

“Kampus ini dibangun untuk menjawab masalah kesehatan di Papua yang belum selesai-selesai,” ungkap mantan Kepala…

3 hours ago

Film Pesta Babi Bikin Publik Bertanya, Ada Apa dengan Papua?

Pemutaran film dokumenter Pesta Babi di Kedai Kopi One Milly, kawasan Skylan, Kota Jayapura, Selasa…

4 hours ago

LBH Papua: Dogiyai Berdarah, Pelanggaran HAM Berat!

LBH Papua menilai operasi penyisiran aparat keamanan di sejumlah wilayah Kabupaten Dogiyai setelah peristiwa tersebut…

5 hours ago