Selain itu, Denny menyoroti mentalitas pemain sebagai kunci utama. Menurutnya, kekuatan mental dapat menjadi pembeda di momen-momen krusial. “Iya, kemungkinannya besar karena perjuangannya secara mental. Waktu lawan Korea Selatan, itu mental yang menyelamatkan mereka,” tambah Denny.
Terkait pemain naturalisasi, Denny mengakui bahwa langkah ini merupakan upaya yang harus diambil agar Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Meski demikian, ia berharap kehadiran pemain naturalisasi juga dapat memotivasi pemain lokal untuk meningkatkan performa mereka.
“Semoga dengan didatangkannya saudara-saudara sedarah mereka dari luar negeri akan tertular semangat internasionalnya. Ayo, sama-sama kita mendukung, mendoakan mereka. Karena sepertinya memang kombinasi yang sekarang akan menyembuhkan persepakbolaan di Indonesia,” jelas Denny.
Meski kehilangan Shin Tae-yong, harapan untuk melihat Timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia 2026 tetap terjaga. Dengan mentalitas kuat, strategi matang, dan dukungan penuh dari seluruh elemen bangsa, perjalanan Skuad Garuda masih terbuka lebar menuju impian tersebut. (*/Jawapos)
Page: 1 2
Seruan bagi para pemuda Papua meningkatkan kapasitas dan terus berfikir positif serta tetap optimis dengan…
Kursi pelatih kepala Persipura Jayapura hingga saat ini belum jelas, alias masih lowong. Tim berjuluk…
Fakhiri menyatakan mengetahui soal "permainan lama" tersebut. “Barang itu saya tahu, gubernur-gubernur terdahulu kan membuat…
Pemerintah Provinsi Papua akan memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul penyesuaian harga BBM…
Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut amanat Pasal 20 ayat (1)…
PAPAN demi papan dilepas perlahan. Genting-genting tua diturunkan dari atap yang mulai rapuh. Beberapa warga…