

Striker asing Persipura Jayapura, Matheus Silva saat membobol gawang PSIS lewat sundulan kepada dalam laga lanjutan Championship 2025/2026 di Stadion Utama Lukas Enembe, Sabtu (20/9). (foto: Erianto / Cepos)
JAYAPURA – Sikap awas sedari awal diingatkan oleh coach Rahmad Darmawan pada lawatannya di Java Tour. Pada lanjutan Liga 2 Championship 2025/2026, Persipura akan kontra tuan rumah PSIS Semarang. Laga ini berlangsung di Stadion Jatidiri Semarang, Kandang PSIS, Selasa (18/11).
Pasukan Mutiara Hitam datang dengan rasa percaya diri tinggi usai lima laga tanpa tersentuh kekalahan. Tren positif tersebut menjadi modal bagus bagi Boaz Solossa dan kolega.
Tak tanggung-tanggung, Persipura memboyong 30 pemain dalam laga ini. Sebuah tekad besar untuk mencuri tiga poin dari markas Laskar Mahesa Jenar.
“Mengahdapi pertandingan besok (Selasa-red) kita sempat latihan dua kali sebelum ke sini. Seluruh pemain semua siap, kecuali Reno yang masih kita pantau sampai besok,” ungkap juru taktik Persipura, Rahmad Darmawan kepada awak media, Senin (17/11).
Namun coach RD mengingatkan pemainnya untuk tetap fokus dan mengantisipasi kebangkitan tuan rumah. Mengingat PSIS saat ini masih berada di dasar klasemen dan belum meraih kemenangan serta baru mengoleksi 2 poin.
“Kita akan menghadapi satu tim yang punya motivasi untuk bangkit dan ini perlu diwaspadai oleh semua pemain. Biasanya tim baru menemukan performa terbaik mereka itu di beberapa pertandingan,” ujarnya.
Apalagi PSIS saat ini sedang melakukan revolusi manajemen. Sehingga RD menilai PSIS kini memiliki motivasi tinggi untuk mengakhiri tren buruk mereka.
“Meskipun saat ini PSIS belum diberikan keberuntungan untuk kemenangan, tapi paling tidak mereka akan berproses dan akan lebih baik sehingga besok ini pertandingan tidak mudah,” ucapnya.
Page: 1 2
Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre mengatakan secara umum, pola…
“Untuk pelanggaran pertama pasti ada teguran lisan, namun untuk selanjutnya kendaraan akan kami derek dan…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, dalam pertemuan bersama warga (ruang pablik) menjelaskan bahwa pembayaran…
Karena itu, mereka memutuskan untuk membuat hutan sendiri. Tahun 2000 menjadi titik awal perjalanan. Bermodalkan…
Bagaimana tidak, dalam keadaan mabuk ia menggunakan pisau berupaya menikam seorang pemuda berinisial DP yang…
Mereka menuntut agar tahanan dari kelompok Dang yang sebelumnya ditangkap oleh aparat keamanan segera dibebaskan…