

Ricardo Salampessy ( FOTO: Erik / Cepos)
Ricardo Salampessy
JAYAPURA – Palang pintu Persipura Jayapura, Ricardo Salampessy membeberkan kabar mengejutkan, ia menegaskan akan segera gantung sepatu dalam waktu dekat. Namun pemain berusia 36 tahun itu masih enggan membeberkan tahun kapan ia akan mengakhiri kariernya bersama Persipura Jayapura di pentas sepakbola tanah air.
Melalui kuis tanya jawab yang dilakukan oleh PSSI via akun tweeter @PSSI, Sabtu (9/10). Menjawab pertanyaan dari netizen @SokhmaHT20 yang menanyakan di usia berapa Ricardo akan pensiun? Ricardo Salampessy pun merespon. “Waktunya sudah dekat,” jawab Ricardo diikuti simbol tertawa.
Ricardo mengawali karier sepakbola nya saat memperkuat tim PON Papua 2004 silam, selepas dari situ, Ricardo memulai karier profesionalnya usai menerima pinangan Persiwa Wamena (2004/2005).
Berhasil tampil apik bersama Persiwa Wamena, bapak dari empat anak itu direkrut Persipura tahun 2006 – 2013. Sebelum kembali bersama Mutiara Hitam tahun 2016 hingga saat ini, Ricardo sempat hijrah bersama Persebaya Surabaya pada tahun 2014/2015.
Ricardo pun saat ini menjadi bagian dari sejarah tim kebanggan masyarakat Papua itu. Tercatat ia telah menggunakan seragam merah hitam miliki Persipura selama 12 tahun. Ia pun menjadi bagian dari 3 gelar juara Persipura pada tahun 2009, 2011 dan 2013 plus juara TSC 2016.
Selama kariernya, Ricardo tak hanya diminati oleh klub dalam negeri. Atas penampilannya yang memukau, ia sempat membuat tim asal Malaysia dan Thailand kepincut ingin menggunakan jasanya. Hanya saja, Ricardo tak gubris dan tetap bertahan bersama Persipura.
Ricardo juga membeberkan pemain terbaik Indonesia versi dirinya ialah rekan setimnya, Boaz Solossa. Ia juga mengaku bahwa Boaz merupakan satu-satunya pemain dari deretan penyerang yang susah ia hentikan.
Tak hanya untuk Persipura, namun Ricardo juga dalam beberapa tahun menjadi pilihan andalan tim nasional Indoensia. Bahkan, Ricardo memiliki catatan indah bersama tim nasional pada Sea Games 2005 silam.
Melakoni laga terakhir Grup B di Panaad Stadium, Bacolod, Filipa 25 November 2005, skuat Garuda membungkam Laos empat gol tanpa balas. Kala itu, Ricardo meciptakan gol spektakuler.
“Gol paling favorit bersama timnas itu saat Sea Games Filipina 2005, saat Indoensia vs Laos,” tandasnya. (eri/gin).
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…