

Suporter memberikan dukungan di Stadion Lukas Enembe beberap waktu lalu. (Foto:Erianto / Cepos)
Manajemen Pastikan Harga Tetap Normal
JAYAPURA – Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga babak play-off promosi melawan Adhyaksa FC yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Mei mendatang. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap standar prosedur keamanan dan keselamatan penonton di dalam stadion. Meski Stadion Lukas Enembe tercatat mampu menampung hingga 42.000 penonton, manajemen menetapkan batas maksimal penjualan tiket di angka 34.000 lembar.
Manajer Persipura Owen Rahadiyan, menjelaskan keputusan pembatasan kuota ini merupakan langkah preventif guna menghindari kepadatan berlebih yang berisiko pada aspek keamanan.
“Kita tahu kapasitas stadion ini sekitar 40.000-an, dan kita tidak mungkin menjual semua tiket ke penonton demi alasan keselamatan. Kami batasi maksimal di angka 34.000,” ungkap Owen saat memberikan keterangan kepada media pada Minggu (3/5).
Owen menyebutkan jika pembatasan kuota ini untuk mengantisipasi lonjakan penonton yang ingin menyaksikan tim kesayangan mereka untuk kembali promosi ke Liga 1. Selain mengumumkan pembatasan kuota, Owen juga memastikan bahwa manajemen atau panpel tidak melakukan kenaikan harga tiket untuk laga ini. Harga yang berlaku tetap sama dengan nominal yang diterapkan saat Persipura menjamu Persiku Kudus pada pertandingan sebelumnya. “Harga tetap sama untuk pertandingan berikutnya. Tidak ada perubahan,” tegasnya.
Page: 1 2
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…