Categories: PERSIPURA

Persipura dan Persewar Sama-sama  Andalkan Pemain Lokal

JAYAPURA – Selain Persewar Waropen, tim Persipura Jayapura juga menjadi salah satu tim yang tidak menggunakan pemain asing alias local pride pada babak play off degradasi Liga 2 2024/2025.

Meski tak diperkuat legiun asing Persipura tetap mampu mengimbangi kontestan lainnya. Bahkan pemain Persipura saat ini merupakan talenta-talenta muda Bumi Cenderawasih Papua.

“Kita coba mengembalikan kepercayaan diri anak-anak Papua, khususnya di tim Persipura kalau kita punya sumber daya pemain dengan talenta yang sangat luar biasa,” ungkap pelatih Persipura, Ricardo Salampessy kepada Cenderawasih Pos, Jumat (31/1).

“Dengan situasi saat ini kita coba andalkan pemain lokal, kolaborasi pemain senior dan beberapa pemain yang juga pernah di tim dan beberapa pemain muda,” sambungnya.

Persipura musim ini sebenarnya memiliki satu legiun asing, yakni Ali Nouri. Sayang, pemain asal Iran itu mengalami cedera ACL saat Persipura berjuang pada babak pendahuluan atau fase grup.  Tapi menurut Ricardo, materi pemain Persipura yang ada saat ini akan menjadi generasi emas Persipura pada musim berikutnya.

“Semoga kita bisa melewati fase ini dengan baik dan boleh menjadi pondasi atau generasi Persipura beberapa tahun kedepan,” ujarnya.

Pada bursa transfer putaran kedua kemarin, Persipura hanya menambah dua pemain baru yakni Reno Salampessy dan Markus Madjar untuk mengisi slot pemain regulasi. Berbeda dengan tim lainnya yang sibuk memenuhi tiga pemain asing mereka.

Menurut Ricardo, kehadiran pemain asing sebenarnya meningkatkan kualitas timnya. Namun dia juga memahami situasi yang sedang dialami oleh tim kebanggaan masyarakat Papua itu. Sehingga dia akan membuktikan bahwa mereka bisa dengan pemain lokal.

Dia juga bersyukur Persipura masih memiliki beberapa pemain senior dalam tim seperti sang kapten Boaz Solossa, Yustinus Pae dan Ian Kabes yang mampu membimbing para pemain muda Mutiara Hitam.

“Jujur saja, pemain senior secara kemampuan tidak banyak penurunan tapi secara kondisi pasti berbeda dengan masa emas mereka. Tapi puji Tuhan mereka bisa menjadi mentor bagi adik-adik mereka,” pungkasnya. (eri/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Ketergantungan Pasokan Luar Picu Gejolak Harga Pangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…

1 day ago

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

1 day ago

Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…

1 day ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

2 days ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

2 days ago

Bukan Masalah Stok, Tapi Praktik Kecurangan yang Dibiarkan Masif

   Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…

2 days ago