

Kenius Kogoya. (FOTO: Eryck/Cepos)
JAYAPURA-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua mulai melakukan pendataan atlet yang nantinya diturunkan mengikuti Pra PON dan PON XXI Aceh – Sumatera Utara tahun 2024. Langkah awal, KONI Papua telah mendata atlet-atlet eks PON XX yang masih memungkinkan dari sisi usia dan capaian prestasi.
Dari hasil pendataan tersebut, KONI Papua sudah mengantongi sebanyak 80 atlet yang tersebar di berbagai cabang olahraga. “Atlet kita sekarang ini sudah ada 80 atlet yang sudah kita seleksi dari eks PON kemarin. Mereka adalah atlet yang sudah siap untuk kita TC-kan,” ungkap Ketua Umum KONI Papua, Kenius Kogoya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (14/10).
Selain atlet eks PON XX, menurut Kenius, KONI juga akan menjaring atlet-atlet potensial dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Papua yang rencana dilaksanakan pada akhir tahun ini atau awal tahun 2023. “Sudah pasti stok atlet kita tentu dari eks PON kemarin. Tapi ada cabang olahraga yang lain dimana atletnya belum ada. Itu akan kita seleksi melalui Porprov ini,” ujar Kenius.
Dirinya berharap melalui Porprov, KONI kabupaten dan kota bisa mengirim atlet-atlet terbaik mereka. Mengingat KONI Papua mengusung misi besar untuk mempertahankan peringkat empat pada PON XXI 2024.
“Kami rasa satu Kabupaten kalau bisa menyumbangkan satu atau dua medali emas, kita sudah bisa hitung dengan 29 KONI Kabupaten/Kota, kita sudah bisa dapat sekitar 50 medali emas dan jika begitu peringkat empat besar masih bisa kita pertahankan,” pungkasnya. (eri/nat)
Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…
Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari pesawat Piper PA 23-250…
Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…
Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…