

Atta saat membela tim sepak bola PON Papua, pada PON XX Papua tahun 2021. (foto: Erick/Cepos)
JAYAPURA-Persewar Waropen ditahan imbang 1-1 oleh Persipal Palu BU dalam lanjutan kompetisi liga 2 wilayah timur pekan ketiga di Stadion Mandala Jayapura pada 10 September lalu.
Juru taktik Persewar, Eduard Ivakdalam menilai, mereka tidak bisa bermain seperti biasanya. Mengingat mereka kehilangan Samuel Balinsa beberapa jam jelang kick off.
Padahal Samuel Balinsa atau Atta merupakan otak pengatur serangan tim Mutiara Bakau.
Atta terpaksa absen, lantaran tiba-tiba merasa mengalami hamstring beberapa jam jelang pertandingan. Posisinya pun sebagai playmaker digantikan oleh Arody. Namun dinilai tidak berjalan dengan baik.
“Kita memang ada beberapa pemain yang tidak bisa kita mainkan seperti Balinsa (Atta), saat kita mau pasang pemain (line-up) Atta sampaikan bahwa dia tidak siap karena hamstring,” ungkap Paitua Edu kepada awak media di Stadion Mandala Jayapura, Senin (12/9).
Absennya Atta membuat Edu memasang Arody sebagai gelandang serang. Sayangnya, Arody yang merupakan tipikal striker murni sulit untuk menerapkan peran barunya itu. Alhasil, dia terpaksa ditarik keluar pada menit 38′ dan memasukan Jhon Tagi.
“Kita coba mainkan Arody sebagai second striker untuk membantu lini tengah tapi tidak berjalan baik. Sehingga kita ganti dan memasang gelandang seperti Jhon Tagi tapi juga tidak bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Legenda hidup Persipura itu menuturkan bahwa mereka bisa meraih hasil berbeda andaikan Atta bisa dimainkan dalam laga itu. Sehingga absennya Atta diakui Edu cukup berpengaruh dengan permainan tim.
“Tadinya kita berharap Atta ini bisa main, karena kita butuh dia punya tenaga yang begitu aktif dan melakukan banyak pergerakan. Begitu dia tidak bisa bermain, ini membuat kita punya penyerangan dari sektor gelandang mengalami penurunan,” ucapnya.
“Kita kesulitan mendapatkan gelandang serang yang aktif sama seprti Atta, bukan saya mengada-ada, tapi ini memang yang terjadi. Kita juga sebenarnya punya beberapa pilihan lain, tapi kita juga harus melihat siapa yang paling siap,” pungkasnya.
Dilaga berikutnya, Persewar akan melakoni laga sengit bertajuk derby Papua kontra tuan rumah PSBS Biak pada 18 September mendatang di Stadion Cendrawasih, Biak. (eri/nat)
Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…
Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…
Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…
Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…
rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…
Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…