

Sekretaris Umum KONI Papua, George Weyasu menyerahkan daftar atlet Provinsi Papua kepada Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON Beladiri di Jakarta beberapa hari lalu. (foto:Istimewa)
JAYAPURA – Kontingen Provinsi Papua dipastikan batal tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah, pada 11-26 Oktober 2025 mendatang.
Penyebabnya, tidak adanya anggaran. Transisi pemerintahan Provinsi Papua saat ini tak menyediakan dukungan anggaran pembinaan untuk olahraga prestasi, begitupun sponsor dari pihak swasta.
Padahal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua telah merilis 60 atlet beladiri dari 10 Cabang Olahraga (Cabor) yang telah didaftarkan mengikuti PON Beladiri dan terpaksa batal berangkat.
“KONI Provinsi Papua menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada para atlet, pelatih maupun pengurus cabang olahraga terpaksa batal tampil di PON Beladiri karena tidak adanya bantuan dari Pemerintah Daerah,” ungkap Sekretaris Umum KONI Papua, George Weyasu, Rabu (8/10).
Weyasu menjelaskan bahwa KONI telah melakukan berbagai upaya untuk mencari dukungan sponsorship namun tidak mendapat respon. Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua juga telah dilakukan namun terbentur dengan minimnya APBD Papua.
“Segala hal telah KONI Provinsi Papua lakukan, dimulai dari berkoordinasi dengan DPR Papua, Pemerintah Daerah dan juga berupaya untuk mencari sponsorship namun jawaban yang kami terima adalah minimnya anggaran,” ujar Weyasu.
Namun Weyasu menuturkan bahwa jika ada Pengurus Provinsi (Pengprov) cabor yang hendak membawa atletnya secara mandiri dengan biaya sendiri, tetap dapat ikut bertanding di PON beladiri karena telah didaftarkan keabsahannya.
Page: 1 2
Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre mengatakan secara umum, pola…
“Untuk pelanggaran pertama pasti ada teguran lisan, namun untuk selanjutnya kendaraan akan kami derek dan…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, dalam pertemuan bersama warga (ruang pablik) menjelaskan bahwa pembayaran…
Karena itu, mereka memutuskan untuk membuat hutan sendiri. Tahun 2000 menjadi titik awal perjalanan. Bermodalkan…
Bagaimana tidak, dalam keadaan mabuk ia menggunakan pisau berupaya menikam seorang pemuda berinisial DP yang…
Mereka menuntut agar tahanan dari kelompok Dang yang sebelumnya ditangkap oleh aparat keamanan segera dibebaskan…