Categories: OLAHRAGA

Alua Pilih Berkebun

Kembali ke Wamena, Septinus Alua sibuk mengurus kebun keluarga.

BALIKPAPAN-Beragam aktivitas dilakoni pemain untuk mengisi waktu di tengah ketidakjelasan nasib kompetisi seperti saat ini. 

Salah satu penggawa Persiba Balikpapan Septinus Alua contohnya. Dia memilih membantu keluarga mengurus kebun di kampung halamannya, Wamena.

Ya meski sudah berstatus pemain profesional, Alua tak keberatan untuk ikut menggarap kebun milik keluarga. “Rutinitas jika kembali ke Wamena memang selalu bantu orangtua di kebun,” kata mantan pemain PSIS Semarang ini.

Seperti baru-baru ini, Alua membantu menanam ubi, jagung, keladi, dan sayuran di kebun seluas 1 hektare milik keluarganya. “Nanti kalau panen kami biasanya undang keluarga besar untuk dibagi-bagikan,” ungkap Alua.

Momen berkumpul bersama keluarga memang cukup dirindukan Alua. Maklum, nyaris setahun dia berada di Balikpapan. Ya meski kompetisi ditunda sejak Maret, Alua jadi satu-satunya pemain yang tetap berada di Balikpapan.

Nasib Alua musim ini memang cukup apes. Sejak akhir musim lalu dia belum pernah sekalipun mencicipi atmosfer kompetisi. Sebabnya tentu saja sanksi larangan bertanding selama enam bulan yang didapat Alua musim lalu. Laga melawan Persatu Tuban September 2019 jadi kali terakhir Alua berlaga di level profesional.

Akibat larangan enam bulan bermain, Alua mesti melewatkan laga pembuka melawan Kalteng Putra, Maret lalu. Setelah bebas dari sanksi, PSSI justru kembali menunda kompetisi hingga tahun depan. 

Tidak sampai di situ, rencananya pulang ke kampung halaman saat awal pandemi tak terwujud lantaran saat itu Jayapura menutup jalur udara yang menjadi satu-satunya akses menuju Bumi Cenderawasih.

“Semoga saja segera ada kejelasan jadwal kompetisi. Jadi klub tidak bingung dan bisa bersiap,” harap pemain yang juga sempat membela Persija Jakarta ini. (hul/ndy/k8/JPG)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

10 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

18 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

19 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

21 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

22 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

23 hours ago