Categories: OLAHRAGA

Bila Dihentikan, Harus Ada Ivent Pengganti

Jacksen F. Tiago. (FOTO: Erik / Cepos)

Liga 1 Indonesia

JAYAPURA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mengambil keputusan terkait status kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 ditengah pandemi virus Corona atau Covid-19. Awalnya, PSSI sendiri telah menghentikan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sejak 16 Maret lalu dengan status ditaguhkan selama dua pekan.

Melihat kondisi yang semakin parah membuat PSSI bersama operator Liga PT LIB kembali mengambil keputusan. Sesuai surat bernomor SKEP/48/III/2020 tentang kompetisi Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 dalam status keadaan tertentu darurat, maka PSSI menetapkan dan memutuskan menunda kompetisi Shopee Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020 mendatang.

Dalam surat putusan, PSSI juga memutuskan apabila status tertentu darurat bencana tidak diperpanjang oleh pemerintah RI, maka PSSI menginstruksikan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk dapat melanjutkan kompetisi Shopee Liga 1 2020 dan Liga 2 2020 terhitung setelah tanggal 1 Juli 2020. Namun, apabila pemerintah memperpanjang status, maka kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim ini akan dihentikan.

Menanggapi hal itu, sang juru taktik Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago mengatakan, bahwa jika Covid-19 ini tidak dapat diatasi hingga batas waktu yang ditentukan, maka PSSI melakukan kebijakan dengan melibatkan semua perwakilan kontestan Liga 1 dan Liga 2.

“PSSI harus membuat sebuah rencana yang lebih baik, melibatkan semua pihak dalam sebuah forum diskusi, kira-kira masukkan apa yang apa kita bisa buat karena pasti nantinya ada yang punya sebuah pandangan yang berbeda dengan PSSI yang mungkin bisa menjadi pertimbangan kepada masa depan kita semua” ungkap Jacksen kepada Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Senin (6/4).

Apalagi kata Jacksen, kondisi saat ini belum menunjukan tanda-tanda penurunan virus yang telah menulari dua ribu lebih warga Indonesia itu (data 6 April).

“Kita berharap di tengah jalan ada kabar baik, tapi sampai saat ini belum ada vaksin atau obatan untuk mematikan virus itu. Sehingga saat kita di rumah virus itu tetap berada di luar. Jadi kondisi buruknya, kompetisi akan di tunda tinggal menunggu waktu saja,” ujarnya.

Pelatih berpaspor Brasil itu menjelaskan, bahwa jika kompetisi nantinya dihentikan, ia menyarakan alternatif lain, PSSI harus membuat turnamen.

 “Mungkin mereka bisa memikirkan untuk membuat event-event, apa seperti Piala Indonesia dengan sistem gugur. Karena tentu kita berharap, saat virus ini berlalu kita pasti butuh hiburan, seperti sepak bola,” tandasnya. (eri/gin).

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Laga Pamungkas

Nah sebagai tim tanpa beban ini justru kadang menjadi ancaman bagi kubu tuan rumah karena…

23 hours ago

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…

1 day ago

Dekai Menghangat, Dua Warga Jadi Sasaran Tembak

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…

2 days ago

Depapre Jadi Basis Perikanan Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…

2 days ago

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

2 days ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

2 days ago