Categories: OLAHRAGA

Pembinaan Akademi Persipura Harus Ditingkatkan

JAYAPURA – Akademi Persipura Jayapura, baik U-16, U-18 dan U-20 di kompetisi Elite Pro Academy 2019 tak satu pun lolos ke babak semi final. Prestasi paling baik ditorehkan oleh U-20 yang berhasil menapaki babak delapan besar. Sementara U-16 dan U-18 sama-sama gagal di fase grup, U-16 mengulang capaian buruk di musim lalu gagal keluar dari dari fase grup.

Akademi Persipura sulit mengulang prestasi terakhir yang diraih pada 2017 lalu, di mana Persipura U-19 keluar sebagai juara. Saat itu, Persipura U-19 berhasil menciptakan beberapa pemain muda yang kini menjadi andalan tim senior Persipura Jayapura seperti Todd Rivaldo Ferre, Guanansar Mandowen, Ronaldo Wanma dan Kevien Rumakiek.

Oleh karena itu, mantan pemain Persipura Jayapura, Nando Fairyo memberikan saran untuk kembali meningkatkan pembinaan akademi Persipura Jayapura. 

Menurutnya, meski Persipura kini berlebel sebagai tim profesional, namun akademi Persipura harus melakukan seleksi terbuka, dengan melibatkan seluruh sekolah serta SSB yang ada di Kota Jayapura dan sekitarnya.

“Di era Pak Kambu dan BTM, saya diberikan kepercayaan menjadi tim teleskoting dari U-15, U-18 dan U-21 Persipura. Dan pernah menghadirkan 1600 pemain saat seleksi di lapangan Trikora dengan menghadirkan seluruh siswa SMP dan SMA di Kota Jayapura lewat rekomendasi guru olahraga, dan sistem seleksi terbuka dan jujur sehingga peminat banyak,” ungkap Nando kepada Cenderawasih Pos sat dihubungi via telepon selulernya, Kamis (3/10) kemarin.

Dijelaskan, di eranya banyak pemain yang mereka orbitkan menjadi pemain handal Papua yang masih aktif diatas rumput hijau seperti, Marinus Wanewar, Yanto Basna, Terens Puhiri, Piet Nasadit dan Prisca Womsiwor.

“Sistem yang saya pakai mengadopsi dari klub Ajax Amsterdam Belanda dalam rekrutmen, yaitu teknik, intelegensi, personaliti dan speed. Tapi soal personaliti itu hasil rekomendasi dari guru sekolah dan pelatih masing-masing klub terkait perilaku pribadi mereka di lingkungan mereka layak atau tidak lolos,” ujarnya.

Sementara itu, mantan pemain Persipura lainnya, Ortisan Solossa juga mengatakan hal senada. Menurutnya, akademi Persipura kedepan menjadi cikal bakal lahirnya generasi Persipura, sehingga untuk kembali menciptakan generasi emas Persipura, harus lebih lebih intens lagi.

“Yang perlu di perhatikan U-16, saat ini banyak mantan pemain Persipura yang sudah memiliki lisensi dan layak untuk menukangi U-16, mungkin saatnya ada penyegaran pelatih. Soal U-18, mereka sukses ke babak delapan besar karena fakto pelatih dan manajamen yang baik, mereka hanya belum beruntung saja,” tandasnya. (eri/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Nasib RD di Persipura Belum Jelas

Kursi pelatih kepala Persipura Jayapura hingga saat ini belum jelas, alias masih lowong. Tim berjuluk…

17 hours ago

Gubernur Singgung Soal Benalu yang Ambil Keuntungan

Fakhiri menyatakan mengetahui soal "permainan lama" tersebut. “Barang itu saya tahu, gubernur-gubernur terdahulu kan membuat…

18 hours ago

MRP Minta Kewenangan Pengelolaan SDA Jangan Semua Oleh Pusat

Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut amanat Pasal 20 ayat (1)…

19 hours ago

Rumah Dibangun Tahun 1921 Jadi Saksi Bisu Sebelum Indonesia Merdeka

PAPAN demi papan dilepas perlahan. Genting-genting tua diturunkan dari atap yang mulai rapuh. Beberapa warga…

20 hours ago

Kapolda: BKO Mabes Standby hingga Juli

Ia menjelaskan, keberadaan personel BKO masih diperlukan untuk mendukung upaya pemulihan keamanan pasca konflik yang…

21 hours ago

Gerayangi Murid, Oknum Guru Ngaji Diamankan Polisi

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Ps Kasi Humas Ipda Andre MSB dikonfirmasi membenarkan laporan…

22 hours ago