Kadar gula darah rendah, terutama pada pengidap diabetes dapat menyebabkan keringat berlebih, gemetar, dan pusing. Jika tangan berkeringat disertai dengan kelemahan, kebingungan, atau rasa lapar, penting untuk memeriksa kadar glukosa darah.
Fluktuasi hormonal selama pubertas, kehamilan, atau menopause dapat meningkatkan keringat. Meskipun telapak tangan tidak selalu menjadi lokasi utama, beberapa orang bisa mengalami peningkatan keringat di tangan selama fase-fase ini.
Beberapa obat, termasuk antidepresan dan obat-obatan yang memengaruhi sistem saraf, mungkin mencantumkan keringat berlebihan sebagai efek samping. Jika keringat berlebihan dimulai setelah mulai mengonsumsi obat baru, konsultasikan dengan dokter.(*/JawaPos.com)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…
Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…
Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…
Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari, mereka datang dengan…
Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…
Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…