Categories: KESEHATAN

Biduran dan Campak Apakah Sama? Banyak Orang Tak Paham, Ini Fakta Sebenarnya

BIDURAN  dan campak apakah sama? Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang tiba-tiba mengalami ruam merah pada kulit. Sekilas, biduran dan campak memang terlihat mirip. Keduanya sama-sama memunculkan ruam atau kemerahan di kulit yang bisa membuat panik. Namun faktanya, biduran dan campak adalah dua kondisi yang berbeda. Penyebab, gejala, hingga cara penanganannya tidak sama.

Apa Itu Biduran?

Biduran atau urtikaria adalah reaksi pada kulit yang menyebabkan bentol merah disertai rasa gatal. Bentol pada biduran biasanya muncul tiba-tiba dan bisa hilang dalam beberapa jam. Menariknya, bentol tersebut juga bisa berpindah dari satu bagian tubuh ke bagian lain. Penyebab biduran umumnya berkaitan dengan reaksi alergi, misalnya karena makanan tertentu, obat-obatan, udara dingin, debu atau gigitan serangga. Pada sebagian orang, biduran juga bisa dipicu stres atau perubahan suhu.

Apa Itu Campak?

Berbeda dengan biduran, campak adalah penyakit infeksi akibat virus. Virus campak mudah menular melalui percikan air liur ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Gejala campak biasanya tidak langsung muncul. Setelah terinfeksi virus, tanda penyakit baru terlihat sekitar 10–14 hari kemudian. Beberapa gejala yang sering terjadi pada campak, antara lain demam tinggi, batuk dan pilek, mata merah, dan ruam merah pada kulit

Ruam campak biasanya mulai muncul dari wajah atau belakang telinga, lalu menyebar ke leher, badan, hingga kaki. Biduran dan campak apakah sama? Salah satu cara membedakannya adalah dengan melihat penyebabnya. Biduran terjadi karena reaksi alergi tubuh, misalnya akibat makanan, obat, atau faktor lingkungan.Sementara itu, campak merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan dapat menular dari satu orang ke orang lain.

Perbedaan biduran dan campak juga terlihat dari bentuk ruam pada kulit. Pada biduran, ruam biasanya berupa bentol merah yang terasa sangat gatal dan bisa muncul serta hilang di berbagai bagian tubuh. Sebaliknya, ruam pada campak cenderung berupa bintik merah yang muncul bertahap dan menyebar dari wajah ke bagian tubuh lainnya. Selain itu, biduran dan campak tidak sama dari segi penularan dan lama penyakitnya. Biduran tidak menular dan umumnya hilang dalam beberapa jam hingga beberapa hari.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

6 minutes ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

1 hour ago

Curi Kabel Stadion Lukas Enembe, Dua Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Tim Opsnal Polsek Sentani Timur berhasil mengungkap kasus pencurian kabel tembaga jaringan listrik di Stadion…

2 hours ago

Pemprov Papsel Siapkan Stimulan Rp 250 Ribu per Bulan untuk Bayi dari Keluarga Kurang Mampu

Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  Provinsi Papua Selatan…

3 hours ago

Warga Diimbau Waspadai Dehidrasi dan Gangguan Pernapasan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahagiar  mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap…

4 hours ago

DPRK Yalimo Soroti Kemunduran Kinerja Pemkab, Desak Transparansi Anggaran

Mewakili puluhan anggota dewan tersebut,​Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Yalimo, Simon Walilo, menegaskan bahwa dari…

5 hours ago