Categories: KESEHATAN

Mengapa Tubuh Terasa Lebih Hangat Saat Puasa? Ternyata, Begini Penjelasannya

PUASA merupakan praktik umum di berbagai budaya dan agama di seluruh dunia, yang melibatkan menahan diri dari mengonsumsi makanan dan minuman selama periode waktu tertentu.

Selama berpuasa, tubuh mengalami berbagai perubahan fisiologis, termasuk kenaikan suhu tubuh yang bisa dirasakan secara subjektif, sehingga Anda akan merasa bahwa tubuh Anda akan terasa lebih hangat.

Fenomena ini sering membuat banyak orang penasaran tentang penyebabnya. Mengapa tubuh terasa hangat saat puasa? Pertanyaan ini sering kali menimbulkan rasa ingin tahu yang besar.

Namun, penjelasannya tidak hanya terkait dengan aspek spiritual atau kebiasaan, tetapi juga memiliki dasar ilmiah yang menarik.

Mari kita jelajahi fenomena ini lebih lanjut untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh saat puasa dan mengapa tubuh terasa hangat selama periode tersebut.

Dilansir dari Dry Fasting Club pada Jumat (15/3), ketika Anda berpuasa, metabolisme tubuh meningkat secara signifikan, dan darah menjadi lebih kental sehingga lebih mampu menahan panas, sehingga menjadikan suhu tubuh Anda akan lebih tinggi.

Saat puasa, tubuh Anda memecah sel-sel lemak dengan lebih cepat untuk mendapatkan air yang tersimpan di dalam tubuh, dimana proses pemecahan sel ini dapat menjadikan tubuh Anda akan merasa lebih hangat/panas.

Ketika tubuh Anda memecah sel-sel lemak melalui katabolisme lemak, ia menghasilkan lebih banyak energi daripada yang akan dihasilkannya melalui katabolisme protein.

Satu molekul lemak memiliki lebih dari dua kali jumlah kalori yang dimiliki oleh satu molekul protein. Sel lemak memiliki 9 kalori per gram sedangkan protein memiliki 4 kalori per gram.

Selama puasa, air harus diproduksi untuk membantu mengisi kembali penyimpanan air di dalam tubuh. Ini meningkatkan metabolisme lemak yang lebih cepat guna menghasilkan air.

Saat berpuasa dimana setiap individu tidak makan dan minum, tubuh perlu menjaga keseimbangan air di dalam tubuh dengan memecah lemak dalam jumlah yang berlebihan.

Saat tubuh memecah lemak selama puasa, proses ini akan menghasilkan zat bernama keton yang memberikan energi tambahan kepada otak, dan akan meningkatkan kejelasan pikiran Anda.

Selain itu, puasa juga membantu dalam penurunan berat badan dengan cepat karena pembakaran lemak yang intensif. Terakhir, energi kalori yang dilepaskan oleh tubuh juga menghasilkan panas tambahan.

Jadi intinya, saat Anda berpuasa, tubuh Anda mempercepat pembakaran lemak untuk mendapatkan air yang tersimpan di dalam tubuh. Proses ini dapat meningkatkan suhu tubuh Anda dan membuat badan Anda terasa lebih hangat atau panas. (*)

SUMBER: JAWAPOS

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos
Tags: RAMADANPuasa

Recent Posts

Arthur Viera: Persipura Bukan Sekadar Klub

Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…

6 hours ago

Komnas HAM: Itu Kejahatan Serius!

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…

7 hours ago

Fenomena Blue Moon, Warga Pesisir Waspadai Pasang Air Laut

Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…

8 hours ago

Dari 5 Kasus, Amankan 9 Tersangka dengan Barang Bukti 2,5 Kg Ganja

Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…

9 hours ago

Rumah Tenaga Medis hingga Jalan Jadi Aspirasi Warga Mamberamo Raya

Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…

10 hours ago

Harga Bapok di Pasar Melejit, Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli

Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…

11 hours ago