

Ilustrasi sakit jantung
JAKARTA– Angin duduk yang selama ini kerap dianggap sebagai masuk angin biasa dan diatasi dengan cara tradisional seperti kerokan ternyata bisa menjadi tanda penyakit jantung serius. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi serangan jantung hingga menyebabkan kematian mendadak apabila tidak segera ditangani.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FASCC, mengatakan angin duduk sebenarnya dalam dunia medis disebut dengan angina pektoris, yaitu kondisi ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup. Menurutnya, masyarakat perlu waspada apabila nyeri terasa seperti ditekan di bagian tengah dada, menjalar ke rahang atau lengan, maupun muncul saat sedang beristirahat.
“Terutama bila nyeri terasa seperti ditekan di bagian tengah dada, menjalar ke rahang atau lengan, atau muncul bahkan saat beristirahat, kondisi tersebut dapat menjadi tanda peringatan angina tidak stabil atau infark miokard akut,” katanya kepada wartawan, Selasa (9/6). Oleh karena itu, dr. Pita memperingatkan bahwa mengabaikan gejala angin duduk dapat berakibat fatal.
“Jika dibiarkan hingga pembuluh darah benar-benar tersumbat, kondisi ini dapat berujung langsung pada infark miokard akut atau kematian mendadak. Pasien perlu segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan memulai pengobatan yang sesuai,” ungkapnya. Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami nyeri dada yang mencurigakan agar diagnosis dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Dalam kesempatan yang sama, Head of Brand & Marketing Daewoong Pharmaceutical Indonesia, dr. Wicak Prasetiadi, menjelaskan bahwa pengendalian kadar LDL-C atau kolesterol jahat hingga di bawah 55 mg/dL menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mengurangi risiko penyebab angin.
Page: 1 2
Menurut Rustan, pihaknya meminta kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Perindagkop) dan UKM agar mendukung…
Ketiga tersangka yang diamankan berinisial R alias I (29), N alias A (26), dan M…
Kepolisian Daerah Papua bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua meneguhkan komitmen bersama dalam mencegah…
Ketua Baleg DPR RI Dr. Bob Hasan menyatakan komitmennya mendukung pemekaran Provinsi Papua Utara. Ia…
Ya, bisa jadi ini menjadi sejarah dimana Persipura berhasil mencetak 3 gol hanya dalam 7…
Ketiga orang tersebut berinisial DRW (24), PY (23), dan GT (25). Mereka diamankan dalam pengembangan…