Aneurisma sendiri merupakan kelainan bawaan di mana dinding pembuluh darah menonjol seperti balon. Jika tekanan darah tidak terkontrol, “balon” ini bisa pecah sewaktu-waktu. “Tangan kanan saya sekarang masih susah dibuka, sulit untuk terbuka (gejala sisa). Memang menghambat untuk mengerjakan sesuatu,” aku Kang Aji menceritakan kondisi fisiknya saat ini. Selain faktor genetik seperti aneurisma atau AVM (malformasi arterivena), faktor risiko yang bisa dimodifikasi adalah gaya hidup.Hipertensi, diabetes, kolesterol, merokok, dan konsumsi alkohol menjadi pemicu utama yang harus dikendalikan.
Mengingat banyaknya faktor bawaan yang bersifat silent atau diam-diam seperti “bom waktu” di kepala, para pakar menyarankan agar generasi muda mulai melakukan screening kesehatan. “Adakan screening untuk remaja melalui pemeriksaan MRA untuk melihat struktur pembuluh darahnya, sehingga jika ada kelainan bisa dicegah sejak dini,” pungkasnya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik…
Ribuan objek yang berhasil dipulangkan mencakup, sekitar 1.000 unit artefak kehidupan sehari-hari dan ritual,…
Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang bergerak menangani…
Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan dengan batang kayu ini dilakukan sebagai bentuk protes keras…
Rama mengatakan BGN akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG menyusul dua kejadian dugaan keracunan…
Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan…