Bahkan, saat mendampingi Presiden meresmikan sekolah rakyat, Rachmat menemukan fakta bahwa masih banyak anak usia SMP dan SMA yang belum mampu membaca dan menulis.
Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa persoalan gizi dan pemenuhan kebutuhan dasar masih menjadi tantangan mendesak yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
“Ketika saya harus mendampingi Pak Presiden meresmikan sekolah rakyat anak-anak kita SMP, SMA, tidak bisa baca tulis. Dan itu banyak sekali,” tukasnya. (*/JawaPos.com)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melancarkan operasi senyap dengan menggerebek sebuah pabrik rumahan…
‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah…
Dewan Pengurus Partai Golkar Papua Selatan melakukan percepatan melakukan konsolidasi untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang.…
‘’Untuk anak tidak sekolah ini, kita dorong melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah kabupaten,…
Bagi Yani, memberikan rasa aman kepada warga adalah harga mati, meski kini ia harus mengandalkan…
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…