

1-Curhat
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini telah menyentuh sisi terdalam manusia: emosi. Tak lagi sebatas alat produktivitas atau hiburan, AI kini bertransformasi menjadi “teman curhat” bagi generasi muda yang mencari ruang aman untuk berbagi cerita. Fenomena ini kian masif seiring popularitas chatbot yang menawarkan respons kilat tanpa penilaian emosional (judgmental), menggeser peran sahabat hingga tenaga profesional ke ruang digital yang lebih instan dan anonim.
Berdasarkan laporan Jawa Pos yang bersumber dari Survei Snapcart pada April 2025, menunjukkan bahwa 58 persen responden Indonesia mempertimbangkan penggunaan AI sebagai psikolog digital, dan sekitar 6 persen sudah memanfaatkannya sebagai tempat bercerita. Temuan ini menggambarkan besarnya ketertarikan masyarakat terhadap teknologi sebagai bentuk dukungan emosional alternatif.
Survei tersebut juga menyoroti beberapa alasan mengapa AI menjadi pilihan. Kekhawatiran terhadap privasi, biaya layanan psikologi yang dinilai tinggi, dan keyakinan bahwa AI bersifat objektif dan tidak menghakimi menjadi faktor utama. Bagi banyak anak muda yang merasa kurang nyaman membicarakan masalah pribadi dengan orang lain, AI dianggap sebagai ruang yang aman untuk menyalurkan perasaan.
Kemampuan AI memberi respons cepat tanpa menunjukkan emosi menjadi salah satu hal yang membuatnya menarik. Selain itu, AI juga tersedia kapan pun dibutuhkan tanpa perlu membuat janji atau menghadapi tekanan sosial.
Meski begitu, para pakar mengingatkan bahwa AI tetap memiliki keterbatasan. Seperti dikutip Jawa Pos, Guru Besar Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Universitas Airlangga (Unair) Prof Nurul Hartini menegaskan bahwa tidak semua masalah mental dapat ditangani oleh mesin.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…