

Jong Makanuay (foto: Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Belum lama ini, Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Provinsi Papua menemukan ribuan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang belum melakukan perekaman e-KTP, di Kabupaten Keerom dan Kabupaten Mamberamo Raya.
Terkait dengan itu, Pemerintah Provinsi Papua meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) kabupaten/kota dapat mempercepat perekaman elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP). Hal ini untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat setempat untuk melakukan pemilihan.
Kepala Dukcapil Provinsi Papua, Jong Makanuay mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi terkait kendala yang dialami daerah yang belum melakukan perekaman e-KTP.
“Masih ada waktu satu bulan untuk dilakukan perekaman e-KTP, ini harus menjadi perhatian seluruh Dukcapil di sembilan kabupaten/kota,” kata Jong kepada wartawan, Kamis (26/9).
Jong menyebut rata rata yang belum melakukan perekaman e-KTP adalah warga yang baru menginjak usia 17 tahun serta yang melakukan pindah domisili. “Masyarakat dapat melakukan perekaman e-KTP dan melapor jika sudah pindah domisili, sehingga dapat mengikuti pemilihan pada 27 November mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, untuk di Mamberamo Raya, Jong mengatakan alat perekaman e-KTP tersedia. Hanya saja operatornya yang kurang, sehingga itu dalam waktu dekat pihaknya akan melihat kendala lainnya yang terjadi di lapangan.
“Kami meminta Dukcapil melakukan jemput bola dengan sisa waktu satu bulan,”ujarnya.
Terlebih kata Jong, ada arahan langsung dari Menteri Dalam Negeri agar Dukcapil mempercepat pelaksanaan gerakan sadar kependudukan menjelang Pilkada. “Jika ada hal-hal yang mengalami kesulitan terkait dengan perekaman e-KTP, bisa langsung hubungi kami,” tandasnya.
Sebelumnya, Komisioner Bawaslu Papua, Yofrey Piryamta menyebut ada kendala ribuan orang belum melakukan perekaman e-KTP yakni untuk di Kabupetan Mamberamo Raya alasannya alat perekamannya rusak dan berkaitan dengan jaringan. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Usman mengaku rumahnya digeledah selama kurang lebih 30 menit. Dalam proses tersebut, ia mengklaim mendapat…
Zulhas menghitung bahwa jika penyelewengan ini terus berlanjut selama satu tahun, kerugian negara dapat mencapai…
Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Jayapura merupakan salah satu sekolah yang menyatakan kesiapannya untuk…
Seruan bagi para pemuda Papua meningkatkan kapasitas dan terus berfikir positif serta tetap optimis dengan…
Kursi pelatih kepala Persipura Jayapura hingga saat ini belum jelas, alias masih lowong. Tim berjuluk…
Fakhiri menyatakan mengetahui soal "permainan lama" tersebut. “Barang itu saya tahu, gubernur-gubernur terdahulu kan membuat…