

Gas Tawa
Dari Dapur ke Lantai Klub Malam, Ada Maut di Balik Mabuk “Whip Pink”
JAKARTA – Fenomena balon berisi gas tawa yang kerap terlihat di kawasan hiburan malam dunia kini kembali menjadi perhatian serius publik. Di balik sensasi “mabuk singkat”, Nitrous Oxide atau N₂O justru menyimpan risiko kematian mendadak hingga kerusakan saraf permanen. Isu ini mencuat tajam setelah kematian mendadak selebgram Lula Lahfah ramai dikaitkan netizen dengan dugaan penyalahgunaan gas tawa berlabel Whip Pink.
Meski begitu, pihak kepolisian menegaskan belum menemukan barang bukti Nitrous Oxide saat olah TKP di lokasi. “Sampai saat ini belum ditemukan barang bukti berupa Whip Pink atau gas tawa di lokasi,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih, Sabtu (24/1/2026), dilansir dari JawaPos.com.
Namun kasus ini membuka kembali diskusi publik mengenai bahaya gas tawa yang selama ini kerap dianggap sepele.
Dalam dunia kuliner, alat ini digunakan oleh koki dan barista profesional untuk membuat whipped cream dengan cepat. Di dalam tabung kecilnya terdapat Nitrous Oxide yang berfungsi mengembangkan krim secara instan.
Masalah muncul ketika gas tersebut dialihfungsikan untuk konsumsi rekreasional. Gas N₂O dihirup melalui balon dan menghasilkan sensasi euforia singkat, pusing ringan, hingga perasaan melayang.Efek cepat dan harga murah membuatnya populer di kalangan anak muda, terutama di klub malam dan festival musik.
Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…
Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…
Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…
Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…
Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…
Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…