Kedua, BNN memperkuat analisis intelijen untuk memetakan jalur distribusi, terutama di kawasan hiburan malam yang kerap beririsan dengan peredaran narkotika lain. Ketiga, kerja sama dengan Kepolisian, Bea Cukai, Komite Obat Nasional, serta mitra internasional untuk berbagi informasi dan strategi penanganan.“Keempat, kami mendorong penyusunan regulasi yang membatasi peredaran dan penggunaan N₂O agar tetap sesuai peruntukan industri yang sah dan melindungi kesehatan masyarakat,” tegas Suyudi.
BNN juga mengimbau orang tua agar lebih waspada jika menemukan benda mencurigakan seperti tabung kecil atau balon di lingkungan remaja. Edukasi keluarga dinilai krusial untuk mencegah korban berikutnya. “Himbauan kami jelas, jangan pernah mencoba. N₂O bukan untuk konsumsi rekreasi. Efek euforianya singkat, tetapi risikonya fatal dan permanen,” tegas Suyudi. (ria/Jawapos)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengonfirmasi penemuan barang bukti vital tersebut. Dari hasil pemeriksaan…
– Sebanyak 167 calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi 2021 eks tenaga honorer atau K2…
Dua personel yang diberhentikan tidak dengan hormat tersebut yakni Iptu Mohamad Aris Dianto, SH dengan…
Alantino mengatakan, Papua Tengah merupakan rumah bersama bagi masyarakat yang hidup dalam keberagaman suku, budaya,…
Menurutnya, bantuan yang diberikan diharapkan dapat sedikit meringankan beban para korban selama menjalani masa…
Kepala Kantor UNICEF Papua dan Papua Barat, Aminuddin Mohammad Ramdan, mengapresiasi para kepala OPD …