Categories: NASIONAL

Isra Mikraj dan Salat: Menyingkap Makna Spiritual yang Jarang Diketahui

JAKARTA– Peristiwa Isra Mikraj bukan hanya sebuah perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mengandung makna mendalam bagi kehidupan umat Islam. Khususnya terkait dengan salat.
Dalam peristiwa yang mencakup dua perjalanan luar biasa ini, Nabi Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina (Isra), dan kemudian diangkat ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha (Mikraj).
Dikutip JawaPos.com dari Kemenag.go.id (27/01) Salah satu aspek penting dari Isra Mikraj adalah kewajiban salat lima waktu yang diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT, menjadikan salat sebagai ibadah utama dalam kehidupan umat Islam.
Isra Mikraj bukan hanya sekadar peristiwa historis, melainkan juga sarat dengan pelajaran spiritual yang relevan dengan kehidupan umat Islam modern.
Dalam perspektif ini, salat menjadi lebih dari sekadar kewajiban ritual; salat adalah bentuk mi’raj atau perjalanan spiritual bagi umat Islam, sebuah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
Seyyed Hossein Nasr dalam bukunya Muhammad Kekasih Allah mengungkapkan bahwa pengalaman ruhani yang dialami Rasulullah SAW saat Mikraj mencerminkan hakikat spiritual dari salat itu sendiri.
Salat menjadi Mikraj bagi orang-orang beriman, yang memungkinkan mereka merasakan kedekatan dengan Allah, meskipun dalam keterbatasan duniawi mereka.
Dalam kehidupan sehari-hari, salat yang diwajibkan pada peristiwa Isra Mikraj berfungsi sebagai pengingat bagi umat Islam akan pentingnya hubungan langsung antara hamba dan Tuhan.
Setiap kali melaksanakan salat, seorang Muslim tidak hanya mengikuti serangkaian gerakan fisik, tetapi juga melakukan perjalanan spiritual yang mendalam.
Tak hanya dalam konteks pribadi, salat juga mempererat hubungan sosial antar sesama umat Islam, karena pada setiap rakaat, doa keselamatan bagi seluruh umat manusia selalu diucapkan.
Perjalanan spiritual yang dialami Rasulullah SAW saat Mikraj, yang merupakan puncak dari perjalanan seorang hamba menuju Tuhan, mengajarkan umat Islam untuk senantiasa menjaga integritas moral dan konsistensi dalam ibadah.
Dr. Jalaluddin Rakhmat menyebutkan bahwa momen penting dalam Isra Mikraj adalah saat Rasulullah SAW “berjumpa” dengan Allah SWT, yang mengingatkan umat Islam akan pentingnya pengabdian penuh kepada Tuhan dalam setiap aspek kehidupan.
Dalam konteks kehidupan umat Islam modern, peristiwa Isra Mikraj mengajarkan tentang kedisiplinan dan konsistensi dalam menjalani ibadah salat, meskipun tantangan zaman semakin kompleks.
Dalam era serba cepat dan penuh gangguan ini, salat menjadi cara untuk menenangkan jiwa, mengingatkan diri akan tujuan hidup, dan memusatkan perhatian pada Allah SWT.
Sebagaimana Isra Mikraj menjadi titik balik dalam dakwah Rasulullah SAW, salat dalam kehidupan umat Islam modern juga dapat menjadi titik balik dalam memperbaiki kualitas spiritualitas, moralitas, dan kepemimpinan.
Salat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban agama, tetapi juga sebagai sarana pembersihan diri dari berbagai dosa dan kekurangan.
Sebagaimana peristiwa pembersihan dada Nabi dengan air zamzam dalam Isra Mi’raj, umat Islam diajarkan untuk selalu menjaga kesucian hati dan jiwa.
Proses berwudhu sebelum salat menjadi simbol penting dalam menjaga integritas moral dan spiritual. (*/jawapos)
Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Arthur Viera: Persipura Bukan Sekadar Klub

Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…

4 hours ago

Komnas HAM: Itu Kejahatan Serius!

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…

5 hours ago

Dari 5 Kasus, Amankan 9 Tersangka dengan Barang Bukti 2,5 Kg Ganja

Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…

7 hours ago

Rumah Tenaga Medis hingga Jalan Jadi Aspirasi Warga Mamberamo Raya

Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…

8 hours ago

Harga Bapok di Pasar Melejit, Pedagang Mengeluh Sepi Pembeli

Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…

9 hours ago

Memiliki Kesamaan Budaya Sepak Bola, Bek Persipura Sebut Papua Mirip Brasil

Selain itu, bermain sepak bola juga lazim dilakukan di berbagai lokasi terbuka, situasi yang menurutnya…

10 hours ago