Kedua, narasi sentimen negatif yang berpusat pada kekhawatiran dan kemarahan terhadap praktik Nepotisme yang terjadi di Pemilu Presiden 2024. Dalam tipe narasi ini, Bimantoro mengungkapkan, bahwa kekhawatiran publik utamanya pada praktik nepotisme yang diprediksi akan terus berjalan turun temurun dalam keluarga Gibran.
Pengguna X, lanjut dia, mengekspresikan bahwa tradisi nepotisme ditakutkan akan mengganggu sistem demokrasi di Indonesia. Gibran yang akan dilantik menjadi Wakil Presiden dikhawatirkan menjadi simbol langgengnya politik dinasti dan kuasa oligarki di Indonesia. ”Jadi yang ditakutkan sebenarnya bukan Gibrannya, tapi kemunculan nepotisme dan politik dinasti,” tegasnya.
Bimantoro mengunghkapkan, jika dilihat dari 2 tipe narasi tersebut baik yang merayakan putusan MK sebagai kemenangan mutlak Prabowo-Gibran maupun kekhawatiran terhadap praktik nepotisme di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa 2 narasi tersebut berfokus pada personality atau individu. Dalam hal ini Gibran Rakabuming Raka.
”Diluar sentimen positif atau negatif, Gibran tetap menjadi pusat perbincangan pasca putusan MK. Terkhusus dalam sentimen negatif, Gibran dikultuskan sebagai simbol Nepotisme yang dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas demokrasi di Indonesia,” pungkasnya. (far/lyn/agf/wan/lum/mia)
Warga setempat menyebut mereka anak jantung kota, sebutan sayang bagi anak jalanan. Mereka tumbuh…
Andi, salah seorang sopir truk yang mengantre solar, mengaku kehadiran personel kepolisian sangat membantu. Menurutnya,…
Sejak tim memulai latihan bersama, Boaz terlihat masih melakukan latihan terpisah di pinggir lapangan dan…
Takuya rencananya akan dipinjamkan ke salah satu kontestan Liga 2. Artinya Persipura mencari pengganti gelandang…
Gelandang Persipura Jayapura, Bima Ragil, dipastikan bertahan dan kembali membela tim untuk musim kompetisi Liga…
Seluruh pihak harus bersama-sama mendorong lahirnya generasi muda yang bangga terhadap identitas dan warisan…