Kedua, narasi sentimen negatif yang berpusat pada kekhawatiran dan kemarahan terhadap praktik Nepotisme yang terjadi di Pemilu Presiden 2024. Dalam tipe narasi ini, Bimantoro mengungkapkan, bahwa kekhawatiran publik utamanya pada praktik nepotisme yang diprediksi akan terus berjalan turun temurun dalam keluarga Gibran.
Pengguna X, lanjut dia, mengekspresikan bahwa tradisi nepotisme ditakutkan akan mengganggu sistem demokrasi di Indonesia. Gibran yang akan dilantik menjadi Wakil Presiden dikhawatirkan menjadi simbol langgengnya politik dinasti dan kuasa oligarki di Indonesia. ”Jadi yang ditakutkan sebenarnya bukan Gibrannya, tapi kemunculan nepotisme dan politik dinasti,” tegasnya.
Bimantoro mengunghkapkan, jika dilihat dari 2 tipe narasi tersebut baik yang merayakan putusan MK sebagai kemenangan mutlak Prabowo-Gibran maupun kekhawatiran terhadap praktik nepotisme di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa 2 narasi tersebut berfokus pada personality atau individu. Dalam hal ini Gibran Rakabuming Raka.
”Diluar sentimen positif atau negatif, Gibran tetap menjadi pusat perbincangan pasca putusan MK. Terkhusus dalam sentimen negatif, Gibran dikultuskan sebagai simbol Nepotisme yang dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas demokrasi di Indonesia,” pungkasnya. (far/lyn/agf/wan/lum/mia)
Untuk tahun 2026, total warga binaan yang menerima remisi di seluruh wilayah Papua tercatat sebanyak…
Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…
Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…
Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…
Gemah takbir keliling kota Merauke tersebut diikuti ratusan kendaraan roda empat dari PKM-PKM yang ada…
"Kami minta supaya rumah sakit dan puskesmas agar tetap siaga selama libur Lebaran guna mengakomodasi…