Ia menjelaskan, partikel mikroplastik berukuran lebih kecil dari 1 milimeter hingga 0,001 milimeter dapat masuk ke dalam tubuh dan berpotensi mengganggu sistem hormon, masuk ke aliran darah, mengendap di organ seperti otak, ginjal, dan hati, mengganggu sistem reproduksi, bahkan terdeteksi dalam air ketuban.
Karena itu, ia mengajak masyarakat mulai membawa wadah minum sendiri saat beraktivitas dan mengurangi ketergantungan pada air minum kemasan plastik selama Ramadan. Menurutnya, persoalan sampah plastik tidak akan selesai tanpa pengurangan dari sumbernya, termasuk dengan menekan produksi AMDK sekali pakai.
“Jika kita mampu menahan lapar dan haus saat puasa, seharusnya kita juga mampu menahan diri dari penggunaan plastik yang merusak lingkungan dan kesehatan. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga investasi kesehatan generasi mendatang,” katanya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Bagi masyarakat pesisir, laut adalah sumber kehidupan sekaligus pelataran rumah tempat anak-anak tumbuh. Namun di…
Bangunan ini sebelumnya digunakan sebagai kantor Bawaslu Papua. Posisinya persis bersebelahan dengan pintu masuk gedung…
Penangkapan dilakukan oleh Tim Opsnal Satreskrim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Merauke bersama KBO Reskrim…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH memastikan jika pelaku WW telah…
Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso, S.Pd, M.Pd menyatakan pihaknya sudah melakukan pendataan kepada…
Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU 8499902 di kawasan SP2, Kabupaten Mimika, Papua…