Categories: NASIONAL

Ada Gangguan Keanekaragaman Hayati di Raja Ampat

 

JAKARTA– Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan masih banyak gangguan yang mengancam keanekaragaman hayati Indonesia termasuk di beragam pulau kecil seperti Raja Ampat yang memiliki nilai ekologi tinggi.

“Bagaimana kemudian biodiversity kita terus semakin menurun. Gangguan terhadap biodiversity di Raja Ampat juga tidak berkurang yang merupakan instrumen, merupakan ornamen, yang menjadi perhatian global,” kata Menteri LH Hanif ketika membuka Hari Lingkungan Hidup 2025 Expo dan Forum di Jakarta, Minggu.

“Ini juga yang harus menjadi concern. Tidak berarti menutup perhatian kita kepada pulau-pulau kecil lainnya,” tambah Hanif. Dia mengatakan KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) akan ikut bersama kementerian/lembaga lain dalam memberikan perhatian kepada isu pulau-pulau kecil yang berada di Indonesia.

Hal itu terutama jenis pulau kecil sangat rawan ketika menjadi lokasi dari kegiatan estraktif, seperti pertambangan bahan mineral, termasuk yang terjadi dalam kegiatan pertambangan nikel di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya. Dalam kesempatan itu ia juga mengingatkan isu yang kini dihadapi banyak wilayah perkotaan seperti Jabodetabek, yang menghadapi potensi penurunan kualitas udara karena sejumlah sektor.

“Langit biru telah berkonsekuensi cukup serius. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Khusus Jakarta, hampir 7,6 juta jiwa terpapar infeksi saluran pernapasan yang kemudian berkontribusi memperberat penyakit komorbid yang dimiliki oleh masyarakat di daerah Jakarta,” jelasnya.

Karena itu dia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menanggulangi sumber pencemar udara, termasuk dari transportasi dan kawasan industri. KLH/BPLH, menurutnya, sudah melakukan pengawasan terhadap 48 kawan industri di Jabodetabek. Selain juga melakukan uji emisi kendaraan dan mendorong pihak terkait untuk mendorong penggunaan bahan bakar setara Euro 4 untuk menekan polutan yang dihasilkan. (*/ANTARA )

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Masyarakatnya Ramah, Minta Warisan Leluhur Seni dan Budaya Tetap Dijaga

Para turis atau Wisatawan Mancanegara ada dari negara Inggris, Argentina, Amerika Serikat, Australia dan berbagai…

33 minutes ago

147 Ribu Pengunjung dan Rp1.2 Miliar Berputar di Khalkote

Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 meninggalkan catatan menarik. Selama rangkaian festival berlangsung, kawasan Pantai…

2 hours ago

Kapolres Mimika Temui Kelompok yang Bertikai di Kwamki Narama

Langkah jemput bola ini dilakukan guna memediasi sekaligus mendorong kedua belah pihak menghentikan pertikaian secara…

3 hours ago

Pemkab Lanny Jaya Siapkan 3 Posko Bantuan Permanen

Pemkab Lanny Jaya juga mengambil langkah berbeda dalam penyediaan tempat penampungan bantuan untuk warganya di…

4 hours ago

FDS XV Bukan Hanya Sekadar Festival Budaya

Festival Danau Sentani (FDS) XV tidak hanya menjadi panggung seni dan budaya, tetapi juga membuka…

5 hours ago

Dua Kelompok Warga di Pintu Air Merauke Saling Serang Berdamai

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga mengatakan, insiden tersebut bermula dari ulah seorang oknum warga setempat…

6 hours ago