Categories: NASIONAL

Surat Suara Baru Lebih Adaptif UU

Disederhanakan, Foto Calon Tetap Ada

JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terus mematangkan langkah penyederhanaan surat suara untuk Pemilu 2024. Kemarin (22/3), lembaga penyelenggara itu memperkenalkan sekaligus melakukan simulasi desain surat suara terbaru.

Dalam simulasi, KPU menggunakan dua model surat suara. Model pertama, surat suara disederhanakan dari lima menjadi dua. Di mana pemilihan presiden, pemilihan DPR, dan DPD digabungkan dalam satu kertas. Sementara satu lainnya berisi pemilihan DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

Kemudian desain kedua, surat suara disederhanakan dari lima menjadi tiga. Yakni pemilihan presiden digabungkan dengan pemilihan DPR, lalu pemilihan DPRD provinsi digabungkan dengan pemilihan DPRD kabupaten/kota, dan pemilihan DPD dipisahkan tersendiri.

Ketua KPU RI Ilham Saputra mengatakan, redesain surat suara krusial untuk direalisasikan. Sebab jika itu dilakukan, akan ada banyak manfaat yang didapat. Baik bagi pemilih maupun petugas.

Selain itu, lanjut dia, penyederhanaan juga akan menghemat kebutuhan kertas hingga kotak suara. Sehingga berdampak pada efisiensi anggaran. ’’Kita cut (potong) sekitar 50 sampai 60 persen untuk biaya logistik,’’ ujarnya di sela-sela simulasi di Kantor KPU RI, Jakarta.

Dalam simulasi, KPU ingin mencari format mana yang paling memudahkan. Hasilnya, akan diusulkan ke pemerintah dan DPR.

Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik menambahkan, secara regulasi desain baru jauh lebih adaptif dengan UU Pemilu dibandingkan format sebelumnya. ’’Karena sudah ada gambar partai, nama, hingga foto calon legislatif,’’ ujarnya.

Satu-satunya kendala, kata Evi adalah ketentuan bagi pemilih pindahan. Sebab, nama-nama caleg yang tersedia berada diluar dapil pemilih. Salah satu opsi yang dipertimbangkan KPU adalah memberikan tanda untuk tidak perlu dicoblos. ’’Cukup coblos pilpresnya saja,’’ imbuhnya.

Ketua Departemen Organisasi Pusat Pemilihan Umum Akses (PPUA) Disabilitas Syamsudin mengatakan, surat suara baru cukup baik. Dari dua opsi yang dicoba, dia cenderung memilih desain dengan format dua kertas. Alasannya, proses di bilik suara lebih cepat.

Ditanya soal kekurangan desain baru, Syamsudin menyebut kertas suara sulit untuk dilipat. ’’Membuka mudah, melipat agak susah,’’ ujarnya.

Selain itu, Syamsudin juga mengkritik desain meja yang disediakan KPU. Bagi dirinya pengguna kursi roda, meja yang disiapkan terlalu tinggi. ’’Harusnya disediakan meja yang rendah,’’ tuturnya. Jika desain surat suara baru digunakan, dia berharap sosialisasi diperbanyak, khususnya di kalangan disabilitas. (far/bay/JPG)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KPU

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

12 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

13 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

14 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

15 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

16 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

17 hours ago