

Sidang Majelis Umum PBB terkait pengakuan Palestina. (AP Photo/Julia Nikhinson)
JAKARTA – Komisi Penyelidikan PBB menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan genosida di Gaza, dengan menyebut langsung nama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Presiden Isaac Herzog, hingga mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant sebagai pihak yang bertanggung jawab.
Hal tersebut merupakan momen langka dari PBB yang selama ini cenderung pro-Amerika Serikat dan kerap mengabaikan fakta bahwa Israel memang melakukan genosida di Gaza. Israel pun menolak keras laporan tersebut dan menyebutnya ‘propaganda Hamas’.
Sebuah penyelidikan independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa perang Israel di Jalur Gaza memenuhi unsur genosida.Temuan ini disampaikan oleh Navi Pillay, Ketua UN Independent International Commission of Inquiry on the Occupied Palestinian Territory, dalam wawancara dengan Al Jazeera, Selasa (16/9).
“Kami mengidentifikasi presiden, perdana menteri, dan mantan menteri pertahanan berdasarkan pernyataan serta perintah yang mereka keluarkan,” kata Pillay.
“Karena mereka adalah agen negara, maka secara hukum negara Israel bertanggung jawab. Jadi kami menyatakan bahwa Israel telah melakukan genosida,” tambahnya. Laporan itu menilai terdapat ‘bukti tidak langsung’ yang menguatkan niat genosida, termasuk penggunaan amunisi dengan daya rusak luas serta pernyataan publik pejabat Israel.
Page: 1 2
Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…
Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…
Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…
Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…
Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…