Categories: NASIONAL

Pastikan Dana JHT Tak Dipakai Pemerintah

JAKARTA-Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah angkat bicara soal tudingan penggunaan dana jaminan hari tua (JHT). Dia memastikan, dana milik para pekerja/buruh aman meski terjadi perubahan aturan pencairan.

Tudingan tersebut dilayangkan oleh serikat pekerja/buruh lantaran perubahan aturan pencairan JHT yang tiba-tiba. Pekerja/buruh curiga dana hasil iuran para pekerja/buruh tersebut digunakan pemerintah untuk membiayai program lainnya. Karenanya, aturan pencairannya diubah.

Ida menegaskan, bahwa dana JHT tidak akan dipakai oleh pemerintah. Dana dikelola secara transparan dan prinsip kehati-hatian dengan pemberian imbal hasil yang kompetitif. Yakni minimal setara rata-rata bunga deposito counter rate Bank Pemerintah. ”Tidak benar (dipakai pemerintah,red),” tegasnya, kemarin (17/2).

Dia juga memastikan, dana tersebut tersedia saat peserta klaim manfaat JHT di saat usia 56 tahun. Sebab, berdasarkan UU BPJS, pengelolaan dana di BPJS, termasuk Investasi, diawasi oleh pengawas eksternal dan pengawas internal. Pengawas eksternal ini meliputi DJSN, OJK, maupun BPK. Sementara pengawas internal dilakukan oleh Dewan Pengawas yang anggotanya terdiri dari unsur pekerja, pemberi kerja, ahli, pemerintah

(Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Keuangan), dan Satuan Pengawas Internal. ”Dana JHT tetap menjadi hak pekerja dan dapat diambil saat mencapai usia 56 tahun, dengan persyaratan KTP atau bukti identitas lain dan Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan,” paparnya.

Kendati demikian, pekerja/buruh juga diperkenankan mengajukan pengambilan JHT sebelum memasuki usia pensiun tersebut. Yakni, sebanyak 10 persen untuk keperluan persiapan pensiun atau 30 persen untuk keperluan pengambilan rumah. Syaratnya, telah memenuhi kepesertaan minimal 10 Tahun pada Program JHT. Pengajuan klaim JHT dapat dilakukan melalui kanal-kanal layanan BPJS Ketenagakerjaan, baik fisik di Kantor Cabang, layanan elektronik (online) lewat Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK), atau aplikasi digital Jamsostek Mobile (JMO).

”Pengambilan JHT sebagian ini paling banyak 1 kali selama menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Dia turut menegaskan, bahwa peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 ini bukan untuk kepentingan Pemerintah atau BPJS Ketenagakerjaan. Namun, untuk memperkuat pelaksanaan Program JHT yang manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh peserta yaitu pekerja/buruh.

Mengenai rencana gugatan para pekerja/buruh ke pengadilan, Ida mengaku menghormati adanya pihak yang mengajukan uji materiil ini. Menurutnya, uji materiil merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang dijamin UUD 1945. ”Pemerintah menghormati upaya uji materiil ini karena merupakan bagian dari dinamika demokrasi,” pungkasnya. (mia/JPG)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: NASIONAL

Recent Posts

Lantai Jembatan Banyak Lubang, Terkesan Kumuh dengan Coretan dan Sampah

Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai.  Arus lalu lintas…

12 hours ago

Wali Kota Ajak Perangi Segala Bentuk Perjudian

   Menurut Abisai, perjudian bukan sekadar aktivitas yang melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu…

19 hours ago

Tabrak Truk Semen, Pengendara Motor Tewas di Ring Road

Korban diketahui bernama Jhon S. Wanimbo (26), warga Jalan Buper Waena, Distrik Heram. Korban menghembuskan…

20 hours ago

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

1 day ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

2 days ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

2 days ago