

Musim kemarau
SURABAYA – Indonesia saat ini tengah memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Di tengah fase transisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi musim kemarau 2026 yang diperkirakan menjadi salah satu yang paling ekstrem dalam tiga dekade terakhir.
Berdasarkan analisis BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi datang lebih awal dari biasanya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang saat ini berada pada fase lemah hingga moderat. Dampaknya, distribusi curah hujan di berbagai wilayah Indonesia menjadi tidak merata dan cenderung berada di bawah normal.
Data sementara menunjukkan sekitar 64,5 persen zona musim di Indonesia telah mengalami curah hujan di bawah normal. Bahkan, lebih dari separuh wilayah diprediksi akan menghadapi periode kemarau yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa awal musim kemarau akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian meluas ke Bali dan Jawa, sebelum akhirnya menjangkau sebagian Sumatera.
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus, dan berangsur berakhir pada akhir September hingga awal Oktober. “Dengan kondisi atmosfer yang semakin kering dan minim pembentukan awan, potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan akan meningkat,” ujarnya.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…