Categories: NASIONAL

Tiba di Madinah, Beberapa CJH Lansia Alami Demensia

Pemerintah Kirim 62 Ton Obat, PPIH Arab Saudi Bantu Jemaah

Laporan Aris Imam Masyhudi dari Madinah

MADINAH – ”Kulo dereng numpak pesawat. Nembe mbenjing (saya belum naik pesawat kok. Baru besok, Red).” Itulah ungkapan Rupi’ah, calon jemaah haji (CJH) asal embarkasi Surabaya, sesaat setelah tiba di Makarim Al Mahboub, kawasan Masjid Nabawi, Madinah.

Sebenarnya nenek yang terdata berusia 80 tahun itu sudah masuk Madinah. Namun, saat ditanya petugas, CJH asal Bojonegoro tersebut merasa masih belum berada di Arab Saudi. Demikian pula halnya saat ditanya kabupaten tempat dia tinggal, dia mengaku tidak tahu. Rupi’ah diduga mengalami demensia atau penurunan ingatan. Karena itu, nenek tersebut mendapat pengawasan khusus dari tim kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sejak tiba di penginapan.

Lain lagi yang dialami Irawang Ammade, CJH asal Makassar yang baru tiba di Hotel Jewar Taiba. Saat turun dari bus, nenek 72 tahun itu harus didorong dengan kursi roda. Telapak kakinya memerah dan sedikit melepuh. Saat tiba di hotel, Irawang langsung mendapat penanganan lanjutan dari tim kesehatan kloter serta PPIH Arab Saudi Daker Madinah.

Dari hasil diagnosis sejak sebelum berangkat ke Tanah Suci, nenek Irawang memang mengidap diabetes. Dan sudah ada luka di telapak kakinya. ”Perjalanan yang cukup lama diperkirakan membuat lukanya agak memerah. Saat ini tim kesehatan terus memantau kondisi beliau,” kata Anto Rusnanto, tim emergency medic sektor 5 PPIH Daker Madinah.

Kisah Nenek Rupi’ah maupun Nenek Irawang bukan satu-satunya. Pantauan wartawan Jawa Pos di Madinah, ada sejumlah temuan perihal kondisi kesehatan CJH yang membutuhkan perhatian khusus dari PPIH Arab Saudi.

Situasi tersebut memang sudah diantisipasi sejak awal. Sebab, dari 213 ribu CJH reguler, 21 persen di antaranya atau sebanyak 45.678 orang telah berusia di atas 65 tahun alias memasuki kategori lanjut usia (lansia).

Kasi Kesehatan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah Firdaus mengatakan, sebenarnya pemeriksaan kesehatan CJH sudah dilakukan sejak lama. ”Bahkan jauh-jauh hari sebelum pelunasan. Karena kelayakan kondisi kesehatan menjadi syarat istitaah (mampu berhaji),” jelasnya.

Namun, ada banyak faktor yang membuat kondisi CJH rawan berubah hingga menjelang keberangkatan ke Saudi. ”Karena itu, kami berusaha mempersiapkan penanganan kondisi kesehatan seluruh jemaah,” ucapnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Atasi Ketimpangan Layanan Medis, Dokter dan Perawat Papua Harus Perkuat Skill

Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…

21 hours ago

Pasca Penertiban, Pemkot Didesak Data Ulang Pedagang

Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…

1 day ago

Terindikasi Melanggar, Ribuan Barcode BBM Bersubsidi Diblokir

   Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…

1 day ago

Pemilihan Rektor Uncen Jadi Agenda Prioritas

   Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…

1 day ago

Gubernur: Layanan Pertanahan Harus Menjangkau Pelosok!

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…

1 day ago

Manfaatkan Dana Kampung untuk Kembangkan Potensi Lokal

  Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…

1 day ago