

Rismon bersalaman dengan Wapres Gibran (Antara)
JAKARTA – Peneliti dan ahli digital forensik Rismon Sianipar menegaskan keaslian ijazah Presiden Ke-7 RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui buku antitesis yang sedang ditulis dan akan dipublikasi. Polemik ijazah Joko Widodo (Jokowi) dan Gibran yang sebelumnya dituding palsu melalui dua bukunya berjudul “Jokowi’s White Paper” dan “Gibran End Game”, kini dibantah Rismon setelah melakukan kajian lebih lanjut dan seksama.
Hal itu pun disampaikan Rismon setelah menemui Wapres Gibran di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung. “Iya, asli. Karena apa? Dengan kajian saya, makanya saya bilang, ‘truth hurts’. Kebenaran itu menyakitkan. Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan kalau saya tidak mengungkapkannya dan lebih jujur,” kata Rismon kepada awak media di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat.
Berdasarkan kajian lebih lanjut selama tiga bulan terakhir, Rismon menemukan fakta keaslian ijazah Jokowi, yakni adanya “watermarks” dan emboss fitur-fitur lainnya dalam dokumen itu menunjukkan konsistensi dengan membandingkan foto ijazah yang diunggah milik Dian Sandi Utama. Ia mengakui penemuan jejak stempel yang tidak terlihat pada foto ijazah didapatkan dengan memasukkan variabel geometri pencahayaan, intensitas cahaya dan konklusi dari jenis lensa dalam rekonstruksi pada penelitian terbaru.
Page: 1 2
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…