Categories: NASIONAL

Celios: Kerugian Karhutla Capai Rp 123 Triliun hingga Agustus

JAKARTA- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang masih terus terjadi hingga saat ini berpotensi menyebabkan kerugian hingga ratusan triliun. Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, hingga Agustus 2026 saja, estimasi kerugian akibat karhutla sudah melebihi Rp 123,1 triliun. Pihaknya belum memperhitungkan kerugian akibar potensi meluasnya karhutla hingga saat ini atau bahkan akhir tahun.

Ia menyebut, perhitungan tersebut mencakup kerugian ekonomi akibat hilangnya aset fisik dan aktivitas ekonomi, serta biaya kesehatan yang ditanggung masyarakat terdampak. “Celios sudah menghitung terkait dengan kerugian dari karhutla yang terdiri dari kerugian ekonomi dan biaya kesehatan. Namun memang kita cutoff data di Agustus 2026. Artinya, sekarang mungkin bisa naik kembali mengingat semakin luas kebakaran lahan dan hutannya, semakin menyebar juga dampaknya,” ujar Nailul kepada JawaPos.com, Selasa (13/10).

Berdasarkan perhitungan tersebut, total biaya ekonomi akibat kerusakan aset fisik dan hilangnya aktivitas ekonomi mencapai Rp 29,54 triliun. Karhutla juga berpotensi menghilangkan penerimaan pajak daerah hingga Rp 269,86 miliar. Sementara itu, biaya kesehatan bagi masyarakat yang terdiagnosis mengalami gangguan kesehatan akibat karhutla diperkirakan mencapai Rp 9,75 triliun. Angka tersebut mencakup biaya kesehatan langsung dan tidak langsung.

Jika perhitungan mencakup masyarakat yang terdiagnosis maupun mengalami gejala gangguan kesehatan akibat paparan karhutla, total biaya kesehatan diperkirakan mencapai Rp 93,56 triliun. Angka kerugian tersebut setara dengan 67,6 persen dari total anggaran kesehatan dalam APBN 2026.Besarnya biaya kesehatan itu berpotensi menambah beban pembiayaan layanan kesehatan, termasuk melalui peningkatan klaim BPJS Kesehatan.

Dampaknya juga dapat dirasakan masyarakat melalui penurunan daya beli akibat biaya yang harus dikeluarkan untuk menangani gangguan kesehatan. Nailul mengingatkan, biaya penanganan karhutla dapat membengkak apabila kebakaran tidak segera dikendalikan. Karena itu, pemerintah dinilai perlu menyiapkan anggaran pencegahan sejak awal, terutama untuk mengantisipasi potensi kebakaran saat fenomena El Nino.

“Jika tidak ditangani dengan segera, biaya penanganan karhutla bisa lebih besar lagi. Saya rasa biaya penanganan ini seharusnya sudah disiapkan di awal karena ada potensi yang terjadi ketika ada El Nino,” ujarnya. Ia juga menyoroti keterbatasan anggaran untuk langkah pencegahan dan penanganan bencana. Menurut dia, dukungan anggaran bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lembaga terkait perlu menjadi perhatian agar upaya mitigasi dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas.

“Tapi pemerintah nampaknya senang dengan MBG saja, makanya dana untuk tindakan preventif menjadi kecil. Anggaran untuk teman-teman di BNPB ataupun lainnya sangat kecil. Mereka tidak siap,” ucapnya. Nailul menegaskan, dampak karhutla tidak hanya terlihat dari besarnya biaya kesehatan masyarakat terdampak. Terhentinya aktivitas ekonomi juga perlu menjadi perhatian serius karena dampaknya merembet ke berbagai sektor, mulai dari perdagangan hingga penerimaan pemerintah daerah.Menurut dia, kerusakan aset fisik dan terganggunya kegiatan ekonomi berpotensi menekan pendapatan pelaku usaha sekaligus mengurangi penerimaan pajak daerah.

Karena itu, pemerintah perlu memandang dampak ekonomi karhutla sebagai persoalan serius dan memperkuat langkah pencegahan sebelum kebakaran meluas. “Selain kesehatan, justru yang saya soroti adalah aktivitas ekonomi yang terhenti. Aktivitas ekonomi ini akhirnya berdampak ke berbagai sektor, perdagangan, hingga pendapatan pemerintah daerah. Pemerintah seharusnya melihat dampak itu sebagai sesuatu yang serius,” pungkasnya. (*/JawaPos.com)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Land Cruiser Milik Tangan Kanan Nusron Wahid Disita KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit mobil mewah Toyota Land Cruiser milik mantan Bupati…

9 minutes ago

Teror Keamanan Mulai Sasar Warga Sipil

Kasus itu kini tengah didalami Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo menangani kasus yang…

2 hours ago

Udara di Papua Selatan Ancam Kehidupan

Menurut Paskalis, keputusan meliburkan sekolah di tiga kabupaten tersebut diambil setelah dirinya melakukan kunjungan ke…

3 hours ago

Warga Diminta Tak Bakar Hutan dan Lahan

  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, dalam keterangannya, Senin (12/10), menegaskan bahwa…

4 hours ago

​Jika Tak Ditata, Distrik Muara Tami Rawan Banjir

Peringatan ini dikeluarkan menyusul pesatnya dinamika pembangunan perumahan, perluasan permukiman warga, serta lonjakan laju pertumbuhan…

5 hours ago

​Box Culvert Skyland Berdampak di Perumahan Graha Permai Entrop

  Peninjauan ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru,…

6 hours ago