

Perkebunan Kelapa Sawit yang ikut terbakar dampak dari Kebakatan Hutan dan Lahan di Kabupaten Bovendigul beberapa hari lalu. (Foto: Istimewa)
Sekolah Diliburkan, Empat Kabupaten Mengeluh Asap Tak Kunjung Reda
MERAUKE – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat membuat aktivitas sekolah di tiga kabupaten di Provinsi Papua Selatan, yakni Boven Digoel, Asmat, dan Mappi, diliburkan sementara hingga Selasa (13/10). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Paskalis Prayitno, mengatakan kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi kabut asap yang semakin pekat dan titik api yang kian mendekati wilayah masyarakat.
Menurut Paskalis, keputusan meliburkan sekolah di tiga kabupaten tersebut diambil setelah dirinya melakukan kunjungan ke Boven Digoel tiga hari sebelumnya serta berkomunikasi dengan kepala dinas pendidikan di Boven Digoel, Asmat, dan Mappi. Dari hasil komunikasi tersebut, masing-masing dinas pendidikan memutuskan untuk meliburkan sekolah hingga Selasa sambil memantau perkembangan kondisi kabut asap di wilayah masing-masing.
“Setelah saya melihat kondisi asap di sana, dampaknya sangat terasa sekali karena sudah sangat pekat dan apinya juga semakin dekat. Sehingga kami memberikan dukungan kepada kepala dinas pendidikan tingkat kabupaten untuk memberikan ruang bagi anak-anak sekolah ini belajar dari rumah,” ujar Paskalis.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan langkah untuk melindungi peserta didik dari dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan, sekaligus menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi di lapangan.
Sementara itu, untuk Kabupaten Merauke, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan belum memberikan rekomendasi meliburkan sekolah karena kondisi kabut asap dinilai belum separah yang terjadi di tiga kabupaten tersebut.
“Merauke, karena kami melihat situasi belum separah yang ada di tiga kabupaten itu, kami belum memberikan rekomendasi untuk bisa diliburkan,” jelasnya.
Paskalis menambahkan, masa libur sekolah di Boven Digoel, Asmat, dan Mappi masih akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi kabut asap. Apabila situasi belum memungkinkan bagi peserta didik untuk kembali belajar di sekolah, masa libur dapat diperpanjang.
“Di Boven Digoel sampai besok sambil melihat perkembangan. Asmat juga sampai besok. Kalau kondisi memang belum memungkinkan, masa libur bisa diperpanjang,” katanya.
Pemerintah daerah bersama dinas pendidikan di masing-masing kabupaten diharapkan terus memantau perkembangan karhutla dan kondisi kabut asap untuk menentukan langkah selanjutnya, dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.
Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Papua, Purnomo Sidhi, mengatakan bahwa hingga September 2026…
Data keseluruhan tahun 2026 belum rampung. Namun, data sementara menunjukkan kasus tertinggi berada di…
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jayapura resmi memperpanjang masa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 hingga 15…
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan, rumah dinas tersebut ditempati oleh…
Hampir separo masyarakat Indonesia tidak puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wapres Gibran Rakabuming Raka.…
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit mobil mewah Toyota Land Cruiser milik mantan Bupati…