Categories: NASIONAL

Kurang Dokter Spesialis Menyengsarakan Rakyat

Dokter Asing Bikin Pusing

Kurangnya dokter spesialis  dan sub spesialis menjadi salah satu alasan. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Azhar Jaya menyebutkan fungsi dokter spesialis dan sub spesialis dari luar negeri ke Indonesia adalah untuk mengisi kekosongan. Sehingga Kemenkes menunggu usulan dari dinas kesehatan dan rumah sakit.

Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia di Timur Tengah dr Iqbal Mochtar SpOk menyebut substansi impor dokter ini jelas. Yakni untuk memenuhi kebutuhan dokter di daerah pinggiran. Dia menyebut, di beberapa negara untuk menentukan kebutuhan dokter tidak hanya perbandingan jumlah penduduk dan dokter. “Mengukur beban kerja yang ada dan level of burn out dokter yang ada,” ucapnya.

   Lebih lanjut Iqbal menyatakan negara yang menerima dokter asing telah memberikan kesejahteraan bagi dokter lokalnya. Misalnya dengan gaji yang layak bahkan memberikan fasilitas belajar gratis kepada dokternya.

  “Di Jerman, dokter asing itu harus penuhi kualifikasi c2 untuk bahasanya. Di mana itu sangat susah,” ucapnya. Iqbal juga membandingkan dengan Amerika yang harus mewajibkan residensial dokter  dari awal. Meskipun dokter asing yang masuk sudah spesialis.

   Iqbal mengkritisi terkait wacana dokter asing di Indonesia. Dia menyebut tujuan impor dokter ini belum jelas. “Selama ini Kemenkes selalu ingin mengatasi dokter dalam lima tahun mendatang. Kalau ingin mengatasi kekurangan dokter, berarti ada ribuan dokter asing yang direkrut?” tanyanya.

   Selanjutnya dia mempertanyakan siapa yang akan menggaji dokter asing. “Apakah rumah sakit atau pemerintah?” Ungkapnya. Dia mencontohkan dokter spesialis jantung di Amerika takehome paynyasampai 400 juta perbulan dan itu di luar dari tunjangan lain. Sementara jika Rp 400 juta digunakan untuk menggaji dokter lokal akan mendapatkan lebih banyak dokter.

   Dia juga mempertanyakan apakah dokter asing ini untuk melayani masyarakat umum atau kelas atas. Kalau ini ditujukan untuk masyarakat umum, pembayaran dokter asing harus tinggi. “Apakah mereka mau dibayar dengan standar BPJS Kesehatan? Apakah mereka mau melayani pasien yang sangat banyak?”kritik Iqbal. Untuk itu dia menyarankan agar perlu pertimbangan masak-masak terkait wacana impor dokter. (Lyn)

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos
Tags: DOKTERDPR RI

Recent Posts

Pelaku Penembakan di Muliama Diminta Serahkan DiriPelaku Penembakan di Muliama Diminta Serahkan Diri

Pelaku Penembakan di Muliama Diminta Serahkan Diri

Danrem 172/ PWY Brigjen TNI. Robby Suryadi untuk upaya pengejaran tentunya ada upaya yang dilakukan…

18 hours ago

Kabut Asap Mulai Berkurang di Wamena, Penerbangan Kembali Normal

​Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan sejak beberapa hari terakhir, keberadaan kabut asap tebal akibat…

19 hours ago

Ayah dan Anak yang Dilaporkan Tersesat di Hutan Ditemukan Selamat

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, mengatakan, kedua survivor ditemukan setelah Tim…

20 hours ago

DKP Sinode KINGMI Dukung Penyelesaian Damai Sengketa Tapal Batas Kapiraya

Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua menyatakan dukungan…

21 hours ago

Pemprov Papua Selatan Kebut Pekerjaan Pembangunan Jalan

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, sejumlah ruas jalan saat ini tengah dikerjakan untuk membuka…

22 hours ago

PSN Cetak Sawah Tidak Berada di Kawasan Konservasi Taman Nasional Wasur

Penegasan tersebut disampaikan Kepala BTNW Acha Anis Sokoy  untuk meluruskan persepsi masyarakat mengenai lokasi sejumlah…

23 hours ago