Categories: NASIONAL

Nama Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Disebut dalam Bursa Survei Capres 2029

JAKARTA – Nama Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin disebut-sebut masuk dalam bursa calon presiden (capres) 2029. Hal itu terpotret dalam hasil survei Indonesian Public Institute (IPI) yang dirilis pada Senin (9/2). Selain Sjafrie, survei tersebut juga mencantumkan nama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sebagai figur non-partai yang mulai diperhitungkan dalam kontestasi Pilpres 2029.

Pengamat politik, Fernando Emas, menilai kemunculan nama Sjafrie sebagai salah satu temuan paling mengejutkan dalam survei tersebut. Pasalnya, Sjafrie masuk dalam 10 besar bursa capres, bersanding dengan tokoh-tokoh besar seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Pramono Anung, Puan Maharani, hingga Agus Harimurti Yudhoyono.

“Posisi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di puncak survei memang tidak mengejutkan. Namun, masuknya nama Sjafrie membuka pertanyaan yang menarik sekaligus mengkhawatirkan bagi stabilitas politik pemerintahan saat ini,” kata Fernando kepada wartawan, Selasa (10/2).Fernando menegaskan, Sjafrie bukan sosok baru dalam konstelasi kekuasaan nasional.

Sebagai sahabat dekat Presiden Prabowo dan mantan perwira tinggi militer, Sjafrie dikenal memiliki pengaruh besar di lingkaran inti pemerintahan. “Wataknya yang tegas dan latar belakang militernya membuatnya kerap dipandang sebagai salah satu menteri paling ‘powerful’ di kabinet. Namun justru di situlah potensi masalahnya. Ketika seorang Menteri Pertahanan mulai masuk radar calon presiden, alarm politik seharusnya berbunyi di Istana,” tegasnya.

Fernando juga menyinggung laporan investigasi salah satu majalah nasional yang mengungkap adanya ketegangan internal di tubuh pemerintahan. Ketegangan tersebut disebut melibatkan dua tokoh terdekat Presiden Prabowo, terkait perbedaan pandangan dalam skenario pembenahan ekonomi nasional.

“Yang menarik sekaligus meresahkan adalah fakta bahwa seorang Menteri Pertahanan begitu intens mengurusi isu ekonomi, yang sejatinya merupakan domain kementerian lain,” ujarnya. Menurut Fernando, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius. Apakah keterlibatan Sjafrie dalam isu ekonomi merupakan upaya membangun citra sebagai pemimpin yang komprehensif, atau justru bagian dari strategi politik jangka panjang menuju Pilpres 2029.

“Jika jawabannya iya, maka Presiden Prabowo sedang menghadapi skenario politik yang sangat familiar dalam sejarah Indonesia, pengkhianatan dari orang terdekat,” urainya. Fernando mengungkit peristiwa Pilpres 2004. Saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) era Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, memutuskan maju sebagai capres.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Kejati Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Boven Digoel

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…

4 hours ago

Wajib Menang Meski Banyak Celah

Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…

19 hours ago

Sama-sama Mabuk, Seorang Guru Dibacok Teman Minum

Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…

1 day ago

Tekanan Diplomatik di Forum PBB Momentum Emas Bagi Indonesia

Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…

1 day ago

​Perjanjian Roma dan New York Agreement Dianggap Cacat

Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…

1 day ago

16 Pejabat Baru Dilantik jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…

1 day ago