Pemerintah berencana memberikan kesempatan terlebih dahulu bagi proses diplomasi di dalam BoP untuk menunjukkan taringnya. “Indonesia ingin memberi ruang bagi proses ini sebelum mengambil langkah drastis terkait keanggotaan. Kami ingin melihat apakah jalur ini bisa menjadi solusi nyata bagi stabilitas di Gaza,” jelas Nusron.
Momen pertemuan dengan para ulama ini menjadi sangat emosional ketika Presiden Prabowo menyatakan kesiapannya untuk mundur dari forum tersebut jika syarat utama—yakni kemajuan menuju kemerdekaan Palestina—tidak kunjung menemui titik terang.
Bagi Presiden, keberadaan Indonesia di forum internasional manapun harus menjadi beban moral bagi komunitas global untuk segera mewujudkan kedaulatan Palestina. Langkah taktis ini menunjukkan gaya kepemimpinan Prabowo yang memadukan diplomasi pragmatis-realistis dengan idealisme konstitusional Indonesia yang menentang segala bentuk penjajahan di atas dunia. Dengan menetapkan indikator keberhasilan yang jelas, Indonesia kini menempatkan BoP dalam posisi “masa percobaan” diplomatik. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
SMAN 4 Jayapura mulai mempersiapkan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027…
Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan tugas pengawasan Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota pada masa non-tahapan…
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…
Peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.45 WIT tersebut menghanguskan sedikitnya 10 petak rumah warga.…