

Foto Jeffrey Epstein dan Teala Davies ditampilkan selama konferensi pers tahun 2019 di New York. (Photo: Steven Ferdman/Getty Images)
JAKARTA – Jagat maya dan peta politik global diguncang oleh rilis jutaan dokumen rahasia dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) terkait mendiang predator seksual, Jeffrey Epstein. Berkas yang dijuluki sebagai “Epstein Files” ini membongkar ribuan halaman laporan, 180.000 foto, hingga 2.000 video yang merekam jejaring elit sang jutawan selama lebih dari satu dekade.
Dilansir Departemen Kehakiman Amerika Serikat, sedikitnya ada 3,5 juta halaman Epstein Files yang dipublikasikan. Hal itu sebagaimana mandat dari regulasi terbaru negeri Paman Sam yang baru saja disahkan yakni Undang- Undang tentang Transparansi Berkas Epstein. Banyak fakta mencengangkan yang terseret ke permukaan, mulai dari keterlibatan tokoh dunia, pengusaha papan atas, hingga jejak digital yang mengarah ke Indonesia. Salah satu poin paling mengejutkan bagi publik tanah air adalah munculnya nama Indonesia sebanyak 902 kali dalam dokumen tersebut.
Penyebutan ini mencakup berbagai laporan investasi dari Deutsche Bank dan JP Morgan, invoice pengiriman barang, hingga analisis politik terkait Pilpres 2014. Tak hanya itu, Pulau Bali menjadi sorotan tajam. Ditemukan rangkaian foto berkode “Bali09.JPG” hingga “Bali50.JPG” yang menampilkan kemewahan resor dan lanskap pesisir. Namun, yang paling mengerikan adalah sebuah berkas bernomor EFTA00129111 yang menampilkan foto seorang wanita dengan keterangan eksplisit: “Before a group/gang training exercise in Bali” (Sebelum latihan kelompok/gang di Bali).
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…