Mulai dari pembelajaran mendalam; pengenalan kecerdasan artifisial, coding, serta penguatan pendidikan karakter; peningkatan kapasitas dan kesejahteraan guru; pemenuhan gizi anak sekolah melalui program makan bergizi gratis; hingga pengembangan sekolah rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Di sisi lain, Mu’ti juga menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk secara aktif memperkuat kapasitasnya dalam bidang sains melalui berbagai program UNESCO, seperti Manusia dan Biosfer, Global Geopark, dan Situs Wa-risan Dunia.“Kami berkomitmen untuk terus melindungi dan memajukan keberagaman melalui program pelestarian berbasis masyarakat dan pendidikan warisan budaya,” paparnya.
Di pengujung sambutannya, Mu’ti pun kembali menyampaikan sebuah pantun. “Jakarta ke Samarkand, kota bersejarah nan menawan. Jika manusia bergandeng tangan, dunia indah penuh kedamaian,” katanya, yang disambut tepukan riuh perwakilan negara-negara yang hadir. (mia/ttg/jpg)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Meski sebagai tim tamu, Ade merasa anak asuhnya tak gentar sama sekali. Ia mengaku pemainnya…
Perjalanan karier Asker Nazhafaliev di sepak bola profesional terbilang relatif singkat dan tidak diwarnai nilai…
Ketua panitia penyelenggara pertandingan Persipura Jayapura, Alberto Itaar, mengatakan bahwa pertandingan play-off promosi Persipura versus…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memfasilitasi nonton bareng (nobar) pertandingan Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada…
Setelah hampir 2 bulan di palang oleh masyarakat pemilik hak ulayat dengan tuntutan ganti rugi,…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze berencanakan akan segera menemui masyarakat pemilik hak ulayat terkait dengan…