Mulai dari pembelajaran mendalam; pengenalan kecerdasan artifisial, coding, serta penguatan pendidikan karakter; peningkatan kapasitas dan kesejahteraan guru; pemenuhan gizi anak sekolah melalui program makan bergizi gratis; hingga pengembangan sekolah rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Di sisi lain, Mu’ti juga menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk secara aktif memperkuat kapasitasnya dalam bidang sains melalui berbagai program UNESCO, seperti Manusia dan Biosfer, Global Geopark, dan Situs Wa-risan Dunia.“Kami berkomitmen untuk terus melindungi dan memajukan keberagaman melalui program pelestarian berbasis masyarakat dan pendidikan warisan budaya,” paparnya.
Di pengujung sambutannya, Mu’ti pun kembali menyampaikan sebuah pantun. “Jakarta ke Samarkand, kota bersejarah nan menawan. Jika manusia bergandeng tangan, dunia indah penuh kedamaian,” katanya, yang disambut tepukan riuh perwakilan negara-negara yang hadir. (mia/ttg/jpg)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Ia diduga disenggol mobil TNI yang ketika itu sedang berjalan beriringan menuju pada Minggu (14/6)…
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi terhadap pemerintah daerah di wilayah Papua yang berhasil…
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…