Menurut catatan petugas Pos, Gunung Lokon menunjukkan peningkatan aktivitas asap kawah sejak pukul 00.00–06.00 WITA setinggi 25-150 m dari kawah Tompaluan, yang diikuti peningkatan kegempaan berupa gempa vulkanik dangkal sebanyak 25 kejadian, 5 kali gempa vulkanik dalam, 3 kali gempa hembusan, dan 3 kali gempa tektonik jauh.
Berdasarkan data visual dan instrumental, terindikasi adanya peningkatan tekanan di bagian permukaan setelah terekamnya gempa vulkanik dangkal yang berasosiasi dengan pelepasan gas hembusan.
“Selain masyarakat mewaspadai potensi banjir lahar pada sungai yang berhulu di puncak, masyarakat dihimbau untuk tetap berada di dalam rumah dan apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata),” tambah Kepala PVMBG itu.
Sementara untuk aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada di Lampung, Hendra menyampaikan telah terjadi erupsi pada (5/12) dan (6/12) dengan tinggi kolom abu teramati 1.000 m di atas puncak (1.157 m di atas permukaan laut).
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau berstatus Siaga, sehingga masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki diminta tidak mendekati gunung atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif.(*)
Sumber: antaranews.com
"Modus yang digunakan pelaku yakni menabrak korban hingga terjatuh, kemudian mengambil handphone milik korban dan…
Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura berhasil mengamankan seorang terpidana tindak pidana korupsi…
Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengambil langkah radikal guna mengurai semrawutnya tata kelola lalu lintas…
Para guru yang tergabung dalam Forum Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini…
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengungkapkan lambannya realisasi fisik ini dipicu oleh lonjakan harga material bangunan…
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Bagian Akademik, Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Uncen per…