Categories: NASIONAL

Lakukan Kejahatan Perang, Turki Akan Seret ke Mahkamah Pidana Internasional

SETELAH melakukan serangan terhadap rumah sakit, masjid, gereja, sekolah, dan tempat pengungsian. Israel terus memperketat akses bantuan untuk masuk ke daerah kantong di Gaza, Palestina.

Meski sudah mendapat kecaman dari dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Perdana Menteri Israel, Netanyahu tampak tidak peduli dan terus membombardir Gaza tanpa pandang bulu.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan sangat mengutuk tindakan kejam Israel. Dirinya mengatakan akan melakukan segala cara untuk membawa Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas pelanggaran HAM dan kejahatan perang tersebut.

Turki sendiri sebelumnya memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, namun sejak perang para 7 Oktober lalu, Turki langsung memutuskan hubungannya dengan PM Israel itu.

Dikutip JawaPos.com dari Antara, Erdogan mengungkapkan bahwa kini Israel tidak hanya dibenci dunia namun juga telah kehilangan dukungan dari rakyatnya sendiri.

“Saya telah mengatakan sesuatu dalam pidato saya, bahwa kami akan mendukung Palestina dan berinisiatif untuk menghadap ke Mahkamah Pidana Internasional dan membawa Israel yang telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) serta melakukan kejahatan perang. Otoritas-otoritas kami terutama kementerian luar negeri akan melaksanakan tugas ini,” Ucap Erdogan.

Setelah menghadiri pertemuan dengan organisasi Negara-Negara Turki, Erdogan juga mengatakan bahwa Ankara siap bertindak sebagai “negara penjamin” bagi Gaza di tengah agresi Israel yang terus berlanjut.

Terbaru, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich menegaskan jika bahan bakar dilarang masuk ke Jalur Gaza.

PBB dan organisasi-organisasi internasional memperingatkan Israel bahwa hal tersebut bisa berdampak buruk bagi dan dapat meningkatkan bencana kemanusiaan di Gaza, Palestina.

Pengepungan yang telah dilakukan Israel terhadap Jalur Gaza ini telah menyebabkan pasokan kebutuhan pokok bagi 2,3 juta penduduk Palestina semakin menipis.

Para pejabat PBB berulang kali mendesak Israel untuk tidak menyerang warga sipil terutama di rumah sakit dan tempat pengungsian.

Mereka juga mendesak Israel agar memperbolehkan bahan bakar masuk Jalur Gaza dan menyerukan bahwa “rumah sakit tidak bisa menjadi bagian dari perang”. (*)

Sumber: JawaPos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

BGN Nabire Optimalkan Pelayanan 3B di Triwulan II 2026

Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Papua Tengah, fokus mengoptimalkan pelayanan 3B yang mencakup ibu…

22 minutes ago

Dari Kopra hingga Udang Laut, Sarmi Diproyeksi Jadi Kekuatan Ekonomi Pesisir Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, meminta masyarakat terus mengembangkan potensi lokal, khususnya sektor perkebunan kelapa,…

1 hour ago

Polda Papua Mulai Mitigasi Konflik Horizontal di Woma

Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penambahan personel pengamanan, pelibatan tokoh gereja…

2 hours ago

Penanganan Kasus BBM Subsidi oleh Gapoktan Dipertanyakan

‘’Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Gapoktan tersebut lebih bisa dipertanggung jawabkan ketimbang Pertamini. Pertamini ini…

3 hours ago

Berkas Lengkap, Tersangka Persetubuhan Terhadap Anak Dilimpahkan ke Jaksa

Penyerahan tersangka bersama barang bukti ke Kejaksaan Negeri Merauke untuk proses selanjutnya, setelah berita acara…

4 hours ago

Bulan Ini, Pelanggan PDAM Tanah Miring dan Semangga Mulai Bayar

Bambang Setiaji mengungkapkan bahwa jumlah pelanggan PDAM untuk Kawasan Tanah Miring dan Semangga Merauke tersebut…

5 hours ago