Gregorius menambahkan bahwa keluarga korban menghadapi banyak tantangan hidup, sehingga anak tersebut tinggal bersama neneknya.Dari pemeriksaan, diketahui korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pena, namun tidak terpenuhi karena keterbatasan ekonomi.
Ibunda korban, MGT, 47, mengaku anaknya sempat menginap di rumahnya malam sebelum kejadian. Pagi harinya, ia meminta tukang ojek mengantar anaknya kembali ke pondok nenek. “Saya sempat menasihati agar tetap rajin bersekolah,” ungkap MGT. Polisi menyatakan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Ipda Benediktus Pissort menegaskan pihaknya akan terus mendalami keterangan saksi dan kondisi keluarga korban. (cnn/nur)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Ia menyimpulkan bahwa ada sebuah kesadaran dan gerakan yang harus dilakukan dan itu dimulai dari…
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung…
Menurutnya para elit politik Papua di wilayah Papua Pegunungan, harus bisa membuka ruang-ruang komunikasi dengan…
Menyikapi peristiwa itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengeluarkan pernyataan sikap yang…
Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi setiap institusi penegak hukum. Sekali kepercayaan itu tumbuh, masyarakat…
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula…