Simbolisme warna juga hadir dalam bentuk paling personal. Di Argentina, ibu-ibu korban penghilangan paksa mengenakan selendang putih di Plaza de Mayo, popok bayi yang dijadikan penutup kepala, sebuah tanda cinta yang berubah menjadi ikon global keadilan.
Apa yang membuat warna begitu kuat? Menurut Museum of Protest, warna begitu kuat karena kesederhanaannya. Semua orang bisa ikut serta, cukup mengenakan pakaian, mengikat pita, atau mengganti avatar media sosial.
Warna juga sulit dibungkam. Pemerintah mungkin bisa menyensor slogan, tetapi mustahil melarang satu warna begitu saja.
Kini, Brave Pink dan Hero Green mengambil peran itu di Indonesia. Pink dimaknai sebagai keberanian bersuara, sementara hijau membawa semangat solidaritas dan harapan.
Dari ruang digital, keduanya meluas menjadi narasi bersama, perlawanan tak selalu berbentuk teriakan, kadang hanya butuh keserentakan warna.
Seperti lautan oranye di Ukraina, pita kuning di Filipina, atau payung kuning di Hong Kong, warna kembali membuktikan diri sebagai bahasa politik yang lintas zaman dan lintas batas. (*/jawapos)
Page: 1 2
Wali Kota Jayapura Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., bersama Wakil Wali Kota Jayapura Dr. Ir.…
Selama masa pengabdian, ratusan mahasiswa tersebut tersebar di 43 kampung yang mencakup tiga wilayah…
Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi salah satu tindak kriminal yang paling menonjol di…
Kendaraan-kendaraan itu ada yang dimodifikasi dengan tangki dengan ukuran besar dari ukuran standar. Operasi penertiban…
“Untuk pembentukan OPD yang baru, sudah pernah kita ajukan berdasarkan analisis kebutuhan kelembagaan yang dilakukan…
Ricky Cawor resmi kembali bergabung dengan tim Persipura Jayapura untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim…