Selain itu, terjadi aksi pelemparan-pelemparan batu ke rumah warga, pertokoan, fasilitas umum yang terjadi di sepanjang jalan. Dimulai dari Kota Sentani Kabupaten Jayapura, wilayah Kota Jayapura.
Kejadian itu juga menimbulkan aksi pembakaran objek vital Poliklinik pelayanan kesehatan milik TNI di Korem 172 di Waena dan pembakaran ruko di sekitranya. Kemudian berdampak pada beberapa insiden konflik perlawanan dari warga Non Papua. Itu semua dampak dari ekses aktivitas kemarin dalam rangka prosesi pengarakan jenazah Alm Lukas Enembe.
“Hanya karena massa yang sulit terkendali, kemudian membuat antipati sejumlah warga,” ungkap Pekey. (roy/tri)
Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…